Gedung DPRD Wajo Sempat Memanas, Ketua dan Anggota Nyaris Adu Jotos
Jum'at, 04 Juni 2021 - 08:42 WIB
loading...
Ketua dan Anggota DPRD Wajo nyaris adu jotos akibat selisih paham. Foto: Ilustrasi
A
A
A
WAJO - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo sempat memanas saat rapat Badan Musyawarah (Bamus). Ketua dan Anggota nyaris adu jotos akibat selisih paham.
Insiden itu terjadi saat badan musyawara (Bamus) melakukan rapat bersama unsur pimpinan membahas sejumlah persoalan, pada Senin (1/6/2021).
Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD dari Partai Nasional Demokrat ( NasDem ) Anwar Md melakukan aksi protes terhadap Ketua DPRD Wajo, Andi Alauddin Palaguna.
Protes keras yang dilakukan Anwar direspons oleh ketua Andi Alauddin Palaguna sehingga memicu perdebatan dengan nada tinggi. Sesekali terdengar kata-kata yang tidak pantas terlontar dari mulut Anwar.
Baca Juga: Pasutri di Wajo Tewas Ditabrak Dua Mobil dari Depan dan Belakang
"Iye kemarin waktu rapat Bamus Pak Anwar sedikit emosi, tapi insiden itu sudah kami lupakan. Saat ini sudah tidak ada masalah karena yang bersangkutan sudah meminta maaf," ujar Andi kepada SINDOnews, Jumat (4/6/2021).
Sebagai orang Wajo, sambung Andi Alauddin, ia masih memegang teguh prinsip Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge. Sehingga persoalan itu dianggap tak perlu dipersoalkan.
Insiden itu terjadi saat badan musyawara (Bamus) melakukan rapat bersama unsur pimpinan membahas sejumlah persoalan, pada Senin (1/6/2021).
Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD dari Partai Nasional Demokrat ( NasDem ) Anwar Md melakukan aksi protes terhadap Ketua DPRD Wajo, Andi Alauddin Palaguna.
Protes keras yang dilakukan Anwar direspons oleh ketua Andi Alauddin Palaguna sehingga memicu perdebatan dengan nada tinggi. Sesekali terdengar kata-kata yang tidak pantas terlontar dari mulut Anwar.
Baca Juga: Pasutri di Wajo Tewas Ditabrak Dua Mobil dari Depan dan Belakang
"Iye kemarin waktu rapat Bamus Pak Anwar sedikit emosi, tapi insiden itu sudah kami lupakan. Saat ini sudah tidak ada masalah karena yang bersangkutan sudah meminta maaf," ujar Andi kepada SINDOnews, Jumat (4/6/2021).
Sebagai orang Wajo, sambung Andi Alauddin, ia masih memegang teguh prinsip Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge. Sehingga persoalan itu dianggap tak perlu dipersoalkan.
Lihat Juga :