Gubernur Khofifah Minta Bupati/Wali Kota di Jatim Pantau Perkembangan Kasus Harian COVID-19
Kamis, 03 Juni 2021 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Khofifah menjelaskan, pasca libur lebaran ini, masih banyak masyarakat yang melakukan silaturahmi syawalan dengan berkeliling ke satu tempat ke tempat lain. Untuk itu, diperlukan pengawalan pemantauan pengendalian secara komprehensif.
“Jangan pernah menganggap sepele jika terdapat kasus yang dianggap melandai, basis RT-nya 95% hijau. Tetapi perlu diantisipasi bahwa silaturahmi syawalan masih berlangsung. Mereka berkelompok masih melakukan silaturahmi keliling,” terang Khofifah.
Selain itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengharapkan seluruh bupati/walikota melakukan antisipasi khususnya yang BOR ICU dan BOR Isolasi COVID-19 nya mencapai 60% dan di atasnya. Meskipun WHO memberikan standar maksimum kapasitas BOR 60 persen.
Berdasarkan data Dinkes Jatim, Kabupaten Bojonegoro BOR ICU di atas 80%. BOR ICU 60-79% terdiri dari Kota Madiun, Kota Blitar, Ponorogo, dan Tuban. Sementara BOR Isolasi COVID-19 di atas 80% yaitu Madiun, BOR Isolasi COVID-19 60-79% yaitu Bangkalan, Kota Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Tulungagung. “Artinya bahwa harus ada pengendalian yang harus lebih intensif dilakukan karena data kuratifnya seperti,” tegas Khofifah.
“Jangan pernah menganggap sepele jika terdapat kasus yang dianggap melandai, basis RT-nya 95% hijau. Tetapi perlu diantisipasi bahwa silaturahmi syawalan masih berlangsung. Mereka berkelompok masih melakukan silaturahmi keliling,” terang Khofifah.
Selain itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengharapkan seluruh bupati/walikota melakukan antisipasi khususnya yang BOR ICU dan BOR Isolasi COVID-19 nya mencapai 60% dan di atasnya. Meskipun WHO memberikan standar maksimum kapasitas BOR 60 persen.
Berdasarkan data Dinkes Jatim, Kabupaten Bojonegoro BOR ICU di atas 80%. BOR ICU 60-79% terdiri dari Kota Madiun, Kota Blitar, Ponorogo, dan Tuban. Sementara BOR Isolasi COVID-19 di atas 80% yaitu Madiun, BOR Isolasi COVID-19 60-79% yaitu Bangkalan, Kota Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Tulungagung. “Artinya bahwa harus ada pengendalian yang harus lebih intensif dilakukan karena data kuratifnya seperti,” tegas Khofifah.
(msd)
Lihat Juga :