Pemerintah Afghanistan dan Taliban Umumkan Gencatan Senjata
Minggu, 24 Mei 2020 - 11:26 WIB
loading...
Taliban dan pemerintah Afghanistan mengumumkan gencata senjata selama tiga hari. Foto/Ilustrasi
A
A
A
ISLAMABAT - Presiden Taliban dan Afghanistan mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari pada Sabtu malam. Gencatan senjata ini diberlakukan jelang libur Idul Fitri yang dimulai hari ini, Minggu (24/5/2020).
Pesan yang dikeluarkan Taliban, yang kemudian diikuti pengumuman melalui Twitter dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang mengumumkan pemerintah memperluas tawaran perdamaian, datang hanya beberapa hari setelah utusan perdamaian Amerika Serikat (AS) Zalmay Khalilzad berada di Kabul dan Doha.
Khalilzad dalam perjalanannya mendesak baik Taliban maupun pemerintah Afghanistan untuk mengurangi kekerasan dan melanjutkan negosiasi intra-Afghanistan, pilar utama kesepakatan damai AS dengan Taliban yang ditandatangani pada Februari untuk mengizinkan pasukan Amerika meninggalkan Afghanistan.
Kesepakatan itu juga disebut-sebut pada saat itu sebagai peluang terbaik Afghanistan untuk perdamaian setelah perang hampir empat dekade. (Baca juga: Juru Bicara AS dan Taliban 'Berperang' di Media Sosial)
Pengumuman gencatan senjata Taliban menyusul pesan Idul Fitri dari pemimpin Taliban yang mengatakan bahwa kelompok pemberontak itu berkomitmen untuk kesepakatan damai, tidak berusaha memonopoli kekuasaan dan berjanji untuk menjamin hak-hak perempuan dan laki-laki di bawah sistem Islam.
Pesan yang dikeluarkan Taliban, yang kemudian diikuti pengumuman melalui Twitter dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang mengumumkan pemerintah memperluas tawaran perdamaian, datang hanya beberapa hari setelah utusan perdamaian Amerika Serikat (AS) Zalmay Khalilzad berada di Kabul dan Doha.
Khalilzad dalam perjalanannya mendesak baik Taliban maupun pemerintah Afghanistan untuk mengurangi kekerasan dan melanjutkan negosiasi intra-Afghanistan, pilar utama kesepakatan damai AS dengan Taliban yang ditandatangani pada Februari untuk mengizinkan pasukan Amerika meninggalkan Afghanistan.
Kesepakatan itu juga disebut-sebut pada saat itu sebagai peluang terbaik Afghanistan untuk perdamaian setelah perang hampir empat dekade. (Baca juga: Juru Bicara AS dan Taliban 'Berperang' di Media Sosial)
Pengumuman gencatan senjata Taliban menyusul pesan Idul Fitri dari pemimpin Taliban yang mengatakan bahwa kelompok pemberontak itu berkomitmen untuk kesepakatan damai, tidak berusaha memonopoli kekuasaan dan berjanji untuk menjamin hak-hak perempuan dan laki-laki di bawah sistem Islam.
Lihat Juga :