Imam Besar Istiqlal Isi Program Jumat Ibadah di Kabupaten Gowa
Jum'at, 28 Mei 2021 - 14:46 WIB
loading...
Ustaz Nasaruddin Umar (kiri) berbincang dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Jumat (28/5). Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar menjadi penceramah dalam program pencerahan qalbu Jumat ibadah (PQJI) Pemkab Gowa di masjid agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Jumat (28/5).
Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan mengatakan, PQJI ini rutin dilakukan Pemkab Gowa setiap minggu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan dilakukan secara virtual maupun langsung dengan menghadirkan ustaz.
Baca juga:Pemkab Gowa Harap Formasi CPNS 2021 yang Diusul Tak Berubah
"Hari ini kita menghadirikan salah satu ulama karismatik Sulsel dan Indonesia yang bisa dijadikan salah satu referensi dalam belajar keagamaan. Hal ini kita lakukan sebagai bagian menjaga kekompakan dan kebersamaan serta membawa Gowa lebih baik di masa yang akan datang," ungkapnya.
Pada kesemapatan itu, Adnan mengungkapkan, bidang keagamaan menjadi salah satu program prioritasnya selama lima tahun ke depan. PQJI kata Adnan, menjadi bagian dalam program tersebut, dengan memakmurkan masjid dan meningkatkan nilai spiritual jajaran ASN lingkup Pemkab Gowa .
Selain itu, program Adnan lain di bidang keagamaan yakni mencetak satu desa/kelurahan satu hafiz, membangun rumah tahfidz dan menjadikan para imam desa/lingkungan menjadi penghafal Alquran dan tahsin yang sesuai.
Baca juga:Depresi Jauh dari Istri, Pria di Gowa Tewas Gantung Diri
"Target kami ke depan setiap desa dan kelurahan minimal memiliki satu penghafal Quran agar keberkahan turun di daerah kita dan insyaallah tahun ini pembangunan gedung tahfiz yang kita lakukan akan selesai dan bisa digunakan," jelas Adnan.
Sementara itu, Ustaz Nasaruddin Umar dalam ceramahnya menyampaikan, Ramadhan yang sudah berlalu diharapkan membawa berkah bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Islam Indonesia yang menjalankannya.
Namun perlu diingat kata Nasaruddin , tidak semua ibadah diterima dan memberikan efek positif secara holistis (mabrur).
Baca juga:Mitra Grab di Kabupaten Gowa Jalani Vaksinasi Covid-19
"Semua ibadah mabrur sudah pasti makbul, tetapi tidak sebaliknya. Boleh jadi puasa kita sah secara syariah, tetapi belum mabrur. Tujuan puasa sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran, La'allakum tattaqun (Agar kalian meraih ketakwaan). Untuk meraih puasa maksimum (makbul dan mabrur), sudah barang tentu puasa itu harus dilakukan secara total," katanya.
Ia juga menekankan agar setiap umat melakukan ibadah dengan cinta dan selalu bersyukur dengan apa yang didapatkan agar semua yang dikerjakan dalam hidup mendapat keberkahan Allah SWT.
Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan mengatakan, PQJI ini rutin dilakukan Pemkab Gowa setiap minggu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan dilakukan secara virtual maupun langsung dengan menghadirkan ustaz.
Baca juga:Pemkab Gowa Harap Formasi CPNS 2021 yang Diusul Tak Berubah
"Hari ini kita menghadirikan salah satu ulama karismatik Sulsel dan Indonesia yang bisa dijadikan salah satu referensi dalam belajar keagamaan. Hal ini kita lakukan sebagai bagian menjaga kekompakan dan kebersamaan serta membawa Gowa lebih baik di masa yang akan datang," ungkapnya.
Pada kesemapatan itu, Adnan mengungkapkan, bidang keagamaan menjadi salah satu program prioritasnya selama lima tahun ke depan. PQJI kata Adnan, menjadi bagian dalam program tersebut, dengan memakmurkan masjid dan meningkatkan nilai spiritual jajaran ASN lingkup Pemkab Gowa .
Selain itu, program Adnan lain di bidang keagamaan yakni mencetak satu desa/kelurahan satu hafiz, membangun rumah tahfidz dan menjadikan para imam desa/lingkungan menjadi penghafal Alquran dan tahsin yang sesuai.
Baca juga:Depresi Jauh dari Istri, Pria di Gowa Tewas Gantung Diri
"Target kami ke depan setiap desa dan kelurahan minimal memiliki satu penghafal Quran agar keberkahan turun di daerah kita dan insyaallah tahun ini pembangunan gedung tahfiz yang kita lakukan akan selesai dan bisa digunakan," jelas Adnan.
Sementara itu, Ustaz Nasaruddin Umar dalam ceramahnya menyampaikan, Ramadhan yang sudah berlalu diharapkan membawa berkah bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Islam Indonesia yang menjalankannya.
Namun perlu diingat kata Nasaruddin , tidak semua ibadah diterima dan memberikan efek positif secara holistis (mabrur).
Baca juga:Mitra Grab di Kabupaten Gowa Jalani Vaksinasi Covid-19
"Semua ibadah mabrur sudah pasti makbul, tetapi tidak sebaliknya. Boleh jadi puasa kita sah secara syariah, tetapi belum mabrur. Tujuan puasa sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran, La'allakum tattaqun (Agar kalian meraih ketakwaan). Untuk meraih puasa maksimum (makbul dan mabrur), sudah barang tentu puasa itu harus dilakukan secara total," katanya.
Ia juga menekankan agar setiap umat melakukan ibadah dengan cinta dan selalu bersyukur dengan apa yang didapatkan agar semua yang dikerjakan dalam hidup mendapat keberkahan Allah SWT.
(luq)
Lihat Juga :