Trem Otonom, Transportasi Masa Depan yang Cocok untuk Surabaya
Jum'at, 28 Mei 2021 - 13:25 WIB
loading...
Jalur Trem Otonom yang berada di Surabaya serta kota penyangga seperti Sidoarjom Bangkalan dan Gresik. SINDOnews/Ist
A
A
A
SURABAYA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali melirik moda transportasi Autonomous Rail Rapid Transit (ART) yang bisa dipakai di kota besar. Kajian penelitian terkait implementasi ART atau yang akrab dikenal dengan Trem Otonom di Kota Surabaya dan sekitarnya bisa mencegah kemacetan dan menjaga konektifitas antar daerah.
Ketua Tim Penelitian ART Kota Surabaya Ir Hera Widyastuti MT PhD menuturkan, Trem Otonom merupakan salah satu jenis angkutan kereta perkotaan baru yang menggunakan ban karet dan marka di sepanjang jalan, berbeda dengan rel kereta api pada umumnya. Baca juga: Kemenhub Kaji Pemanfaatan Pesawat N-219 untuk Penerbangan Seaplane
“Trem ini akan berjalan pada lintasan yang autonomous dengan dilengkapi Global Positioning System (GPS) serta sensor yang bisa terus dideteksi,” kata Hera, Jumat (28/5/2021).
Ia melanjutkan, tim yang terbentuk untuk menjalankan arahan Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2019 di bawah Balitbanghub ini telah merencanakan tiga alternatif trase sebagai rute perjalanan ART.
Adapun rute tersebut meninjau dari instruksi Perpres, yakni melewati Pelabuhan Kamal, Stasiun Bangkalan, dan Stasiun Surabaya Pasar Turi. “Salah satunya, dimulai dari Pasar Turi kemudian melewati Jembatan Suramadu dan kembali lagi ke Pasar Turi,” jelasnya.
Ketua Tim Penelitian ART Kota Surabaya Ir Hera Widyastuti MT PhD menuturkan, Trem Otonom merupakan salah satu jenis angkutan kereta perkotaan baru yang menggunakan ban karet dan marka di sepanjang jalan, berbeda dengan rel kereta api pada umumnya. Baca juga: Kemenhub Kaji Pemanfaatan Pesawat N-219 untuk Penerbangan Seaplane
“Trem ini akan berjalan pada lintasan yang autonomous dengan dilengkapi Global Positioning System (GPS) serta sensor yang bisa terus dideteksi,” kata Hera, Jumat (28/5/2021).
Ia melanjutkan, tim yang terbentuk untuk menjalankan arahan Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2019 di bawah Balitbanghub ini telah merencanakan tiga alternatif trase sebagai rute perjalanan ART.
Adapun rute tersebut meninjau dari instruksi Perpres, yakni melewati Pelabuhan Kamal, Stasiun Bangkalan, dan Stasiun Surabaya Pasar Turi. “Salah satunya, dimulai dari Pasar Turi kemudian melewati Jembatan Suramadu dan kembali lagi ke Pasar Turi,” jelasnya.
Lihat Juga :