Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Bekasi Tunggu Persetujuan Orang Tua Siswa
Selasa, 25 Mei 2021 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengatakan, persetujuan orang tua itu disampaikan langsung pada sekolah. Nantinya sekolah yang telah memenuhi persyaratan, termasuk izin orang tua, melapor ke Dinas Pendidikan untuk ditinjau.”Sebelum nantinya dibolehkan tatap muka, ada peninjauan dulu dari Satgas Covid-19,” katanya.
Namun, kata dia, jika protokol kesehatannya sudah terpenuhi, izin orang tuanya sudah didapat, maka pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Selain persetujuan orang tua, hal lain yang harus dipenuhi yakni seluruh tenaga pengajar telah menjalani vaksinasi.”Untuk sekolah tatap muka di tahun ajaran baru akan dimulai,” ucapnya.
Namun demikian, kata dia, ada kelonggaran tentang vaksinasi ini. Jika guru yang belum divaksin dapat tetap mengajar namun melalui jarak jauh.”Dalam hal ini, mungkin kami akan menjalankan dengan dua kelompok. Bagi guru yang belum divaksin dia akan mengajar secara daring kemungkinannya itu,” jelasnya.
Kemudian, jika pembelajaran tatap muka digulirkan, jam pelajaran pun akan dipangkas sehingga waktu sekolah akan berkurang.”Kalau dulu waktu normal 40 menit mungkin nanti bisa 20 menit. Yang pasti kami berusaha semaksimal mungkin menjalankan tatap muka itu. Terlalu jenuh mereka (siswa) dan istilah dalam pengetahuan kan namanya lost learning,” ucapnya.
Namun, kata dia, jika protokol kesehatannya sudah terpenuhi, izin orang tuanya sudah didapat, maka pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Selain persetujuan orang tua, hal lain yang harus dipenuhi yakni seluruh tenaga pengajar telah menjalani vaksinasi.”Untuk sekolah tatap muka di tahun ajaran baru akan dimulai,” ucapnya.
Namun demikian, kata dia, ada kelonggaran tentang vaksinasi ini. Jika guru yang belum divaksin dapat tetap mengajar namun melalui jarak jauh.”Dalam hal ini, mungkin kami akan menjalankan dengan dua kelompok. Bagi guru yang belum divaksin dia akan mengajar secara daring kemungkinannya itu,” jelasnya.
Kemudian, jika pembelajaran tatap muka digulirkan, jam pelajaran pun akan dipangkas sehingga waktu sekolah akan berkurang.”Kalau dulu waktu normal 40 menit mungkin nanti bisa 20 menit. Yang pasti kami berusaha semaksimal mungkin menjalankan tatap muka itu. Terlalu jenuh mereka (siswa) dan istilah dalam pengetahuan kan namanya lost learning,” ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :