Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia, Picu Gempa Tektonik M 5,2 di Aceh Jaya

Selasa, 25 Mei 2021 - 00:32 WIB
loading...
Aktivitas Subduksi Lempeng...
Gempa tektonik M 5,2 mengguncang Aceh Jaya, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia. Foto/BMKG
A A A
BANDA ACEH - Wilayah Aceh Jaya, Provinsi Aceh, diguncang gempa tektonik bermagnitudo (M) 5,2. Gempa yang terjadi Senin (24/5/2021) pukul 22.05 WIB tersebut, dipicu oleh adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Baca juga: Gempa Berkekuatan M5,2 Guncang Aceh Jaya, Banda Aceh dan Nagan Raya

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto menjelaskan, gempa bumi itu berkekuatan M 5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 5,1. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 4,37 Lintang Utara (LU) dan 95,35 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 39 kilometer arah Barat Daya Kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, pada kedalaman 54 kilometer.



"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas Subduksi lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun mendatar (Oblique Normal Fault),"jelas Hartanto, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Buron Teroris KKB Penembak Letda Blegur, Diringkus Satgas Nemangkawi di Puncak Jaya

Hartanto menerangkan, guncangan gempa bumi itu dirasakan di daerah Aceh Jaya, III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Dirasakam di Banda Aceh, Naganraya II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Kemudian dirasakan di Sigli I-II atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi Tsunami," sebut Hartanto.

Baca juga: Tangis Kesakitan Pecah di Lampung Utara, Seorang Ibu Dibacok dan Disiram Air Panas Anaknya

Hingga Pukul 23.20 WIB, sambung Hartanto, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (Aftershock). "Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa , dan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," imbuh Hartanto.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Rekomendasi
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved