Putus Mata Rantai Corona, Pemkot Jakut Ajak Warga Takbiran Virtual
Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:28 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri , biasanya masyarakat di Ibu Kota menggelar takbiran keliling. Namun karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19, malam takbiran kini menjadi sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Untuk tetap memeriahkan malam takbiran nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menawarkan malam takbiran yang sedikit berbeda dari sebelumnya tanpa harus menggelar takbir keliling. Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengadakan takbir virtual dari Masjid Raya Al Musyawarah di Kelapa Gading.
"Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak menggelar tradisi takbir keliling yang biasa dilakukan sebelumnya. Mari kita bersama laksanakan gerakan di rumahku, takbirku" katanya saat dikonfirmasi Sabtu, (23/5/2020). (Baca juga: Langgar PSBB, Ratusan Motor Terparkir di Pasar Balimester Jatinegara Dicabut Pentil )
Menurut Sigit takbir keliling itu akan mengundang banyak sekali kerumunan orang dan hal tersebut akan mempermudah penyebaran Covid-19. "Biasanya disetiap kerumunan akan sangat sulit sekali menjaga protokol PSBB, dimana physical distancing menjadi sangat sulit dilakukan dan bisa menjadi sebuah ancaman penyebaran Covid-19," terangnya.
Untuk itu, Sigit mengimbau agar masyarakat mau ikut serta dalam takbir virtual yang akan diselenggarakan secara masal di seluruh wilayah Jakarta Utara. "Takbiran Jakarta Utara di tahun 1441H kali ini kita lakukan secara berbeda, yakni secara online. Pusatnya di Masjid Raya Al Musyawarah, Kelapa Gading," tuturnya. (Baca juga: 9 Ekor Piton yang Ditangkap Dilepas ke Habitatnya )
Untuk tetap memeriahkan malam takbiran nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menawarkan malam takbiran yang sedikit berbeda dari sebelumnya tanpa harus menggelar takbir keliling. Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengadakan takbir virtual dari Masjid Raya Al Musyawarah di Kelapa Gading.
"Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak menggelar tradisi takbir keliling yang biasa dilakukan sebelumnya. Mari kita bersama laksanakan gerakan di rumahku, takbirku" katanya saat dikonfirmasi Sabtu, (23/5/2020). (Baca juga: Langgar PSBB, Ratusan Motor Terparkir di Pasar Balimester Jatinegara Dicabut Pentil )
Menurut Sigit takbir keliling itu akan mengundang banyak sekali kerumunan orang dan hal tersebut akan mempermudah penyebaran Covid-19. "Biasanya disetiap kerumunan akan sangat sulit sekali menjaga protokol PSBB, dimana physical distancing menjadi sangat sulit dilakukan dan bisa menjadi sebuah ancaman penyebaran Covid-19," terangnya.
Untuk itu, Sigit mengimbau agar masyarakat mau ikut serta dalam takbir virtual yang akan diselenggarakan secara masal di seluruh wilayah Jakarta Utara. "Takbiran Jakarta Utara di tahun 1441H kali ini kita lakukan secara berbeda, yakni secara online. Pusatnya di Masjid Raya Al Musyawarah, Kelapa Gading," tuturnya. (Baca juga: 9 Ekor Piton yang Ditangkap Dilepas ke Habitatnya )
Lihat Juga :