Produktif di Masa Pendemi, Yuk Intip Usaha Pemuda Karang Taruna di Tangerang Selatan
Sabtu, 22 Mei 2021 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Karang Taruna lainnya yakni di Kelurahan Muncul melakukan usaha kerajinan dari kulit telur dan dijadikan hiasan dinding, kaligrafi dan hiasan pelapis botol minuman. “Karang taruna sudah berperan aktif membantu pemerintah, terutama pemuda di sekitar muncul,” kata Lurah Muncul, H Ahmad.
![Produktif di Masa Pendemi, Yuk Intip Usaha Pemuda Karang Taruna di Tangerang Selatan]()
Karang Taruna Kelurahan Bakti Jaya pun memiliki usaha produktif yakni pengelolaan daging dan telur puyuh sejak tahun 2015 yang dimulai dari pola penetasan dan mengembangbiakkan belajar lewat Youtube. Kemudian terus menggali pengetahuan dengan mencari peternak lain yang pengalaman.
"Awalnya mengelola peternakan hanya berdua saja, tapi sekarang sudah berlima. Sedikit banyak membantu membuka peluang kerja teman-teman di sini. Kesulitannya saat ini, kandang masih tradisional jadi mudah diserang hama, dan mati mendadak,”papar Fajar, anggota Karang Taruna Bakti Jaya.
Pemasaran puyuh pun dilakukan melalui langganan pedagang angkringan dan agen telor di warung atau pasar, dan masyarakat sekitar. Walaupun omset penjualan telur masih kecil, namun tetap terbantu dari penjualan dagingnya.
“Harapan saya, usaha ini bisa mendorong pemuda untuk mandiri, bagaimana pemuda bisa membuka peluang kerja, mengembangkan usaha agar makin maju,” harapnya.

Karang Taruna Kelurahan Bakti Jaya pun memiliki usaha produktif yakni pengelolaan daging dan telur puyuh sejak tahun 2015 yang dimulai dari pola penetasan dan mengembangbiakkan belajar lewat Youtube. Kemudian terus menggali pengetahuan dengan mencari peternak lain yang pengalaman.
"Awalnya mengelola peternakan hanya berdua saja, tapi sekarang sudah berlima. Sedikit banyak membantu membuka peluang kerja teman-teman di sini. Kesulitannya saat ini, kandang masih tradisional jadi mudah diserang hama, dan mati mendadak,”papar Fajar, anggota Karang Taruna Bakti Jaya.
Pemasaran puyuh pun dilakukan melalui langganan pedagang angkringan dan agen telor di warung atau pasar, dan masyarakat sekitar. Walaupun omset penjualan telur masih kecil, namun tetap terbantu dari penjualan dagingnya.
“Harapan saya, usaha ini bisa mendorong pemuda untuk mandiri, bagaimana pemuda bisa membuka peluang kerja, mengembangkan usaha agar makin maju,” harapnya.
(thm)
Lihat Juga :