Dengarkan Suara Anak, Ruang Rindu dan Mitigasi Bencana Jadi Bahan Utama
Jum'at, 21 Mei 2021 - 14:48 WIB
loading...
Forum anak di Jatim bersepakat untuk terus menyuarakan hak-haknya.SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Selama masa pandemi COVID-19 jumlah kekerasan anak terus saja terjadi. Untuk melakukan upaya pencegahan, forum anak se-Jawa Timur bertemu untuk membentuk agen informasi bagi teman sebayanya.
Mereka pun melontarkan berbagai ide dan gagasan untuk diterapkan di kabupaten/kota masing-masing. Sehingga mampu menjadi agen penggerak bagi teman sebayanya, termasuk kelompok rentan. Baca juga: Cemas Karena Pademi Covid-19 yang Tak Kunjung Berakhir? Coba Atasi dengan Cara Ini!
Para perwakilan anak ini pun belajar tentang Ruang Rindu yang sudah berjalan di Kabupaten Banyuwangi. Di sana, penanganan korban kekerasan anak dilakukan sejak dini dan pendampingan yang terstruktur.
"Ada psikolog serta penanganan sosial yang dilakukan pada anak-anak," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandan dalam Bimtek Konvensi Hak Anak bagi fasilitator dan forum anak di Jatim, Jumat (21/5/2021). Baca juga: Keji, Ayah Tiri Ini Diduga Pukuli Anak dengan Kayu hingga Luka Parah di Kepala
Ia melanjutkan, hak anak juga terus diberikan dan dikawal dengan baik. Mulai dari memastikan anak memiliki akta kelahiran sampai membentuk duta anti perkawinan anak. "Kami juga memastikan anak-anak tercukup kebutuhan gizinya. Biaya sekolahnya sampai operasional sekolah mereka," ungkapnya.
Mereka pun melontarkan berbagai ide dan gagasan untuk diterapkan di kabupaten/kota masing-masing. Sehingga mampu menjadi agen penggerak bagi teman sebayanya, termasuk kelompok rentan. Baca juga: Cemas Karena Pademi Covid-19 yang Tak Kunjung Berakhir? Coba Atasi dengan Cara Ini!
Para perwakilan anak ini pun belajar tentang Ruang Rindu yang sudah berjalan di Kabupaten Banyuwangi. Di sana, penanganan korban kekerasan anak dilakukan sejak dini dan pendampingan yang terstruktur.
"Ada psikolog serta penanganan sosial yang dilakukan pada anak-anak," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandan dalam Bimtek Konvensi Hak Anak bagi fasilitator dan forum anak di Jatim, Jumat (21/5/2021). Baca juga: Keji, Ayah Tiri Ini Diduga Pukuli Anak dengan Kayu hingga Luka Parah di Kepala
Ia melanjutkan, hak anak juga terus diberikan dan dikawal dengan baik. Mulai dari memastikan anak memiliki akta kelahiran sampai membentuk duta anti perkawinan anak. "Kami juga memastikan anak-anak tercukup kebutuhan gizinya. Biaya sekolahnya sampai operasional sekolah mereka," ungkapnya.
Lihat Juga :