Disnaker Parepare Latih Puluhan Pencari Kerja Selama Sebulan
Rabu, 19 Mei 2021 - 16:18 WIB
loading...
Sebanyak 80 pencari kerja (Pencaker) diberi pelatihan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Parepare. Foto: Istimewa
A
A
A
PAREPARE - Sebanyak 80 pencari kerja (Pencaker) diberi pelatihan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Parepare.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja Parepare , Abd Latif, di aula di Balai Pelatihan Kerja (BLK) Parepare, Rabu (19/05/2021). Kegiatan, menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Baca Juga: Legislator Parepare Imbau Warga Ikuti Aturan Pemerintah Soal Larangan Mudik
Kepala UPTD BLK Kota Parepare , Andi Pangerang mengatakan, peserta didominasi warga yang tidak memiliki pekerjaan, yang sebagian besar merupakan korban Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK), dampak pandemi Covid-19 yang masih terjadi.
Kegiatan yang rencananya akan digelar selama satu bulan tersebut, kata Pangerang, bersifat institusional, yang bertujuan memberikan pelatihan yang bersifat up skilling dan reskilling bagi calon tenaga kerja, baik yang berasal dari korban PHK maupun calon tenaga kerja yang baru lulus sekolah.
"Program pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten sehingga diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan dapat menciptakan lapangan kerja baru, utamanya pada masa pamdemi saat ini," papar Pangerang .
Diklat, tambah Pangerang, terbagi dalam lima paket, diantaranya diklat menjahit pakaian dengan mesin, service handphone reparasi perangkat keras, service sepeda motor injeksi, pemasangan listik bangunan serta diklat las SMAW.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja Parepare , Abd Latif, di aula di Balai Pelatihan Kerja (BLK) Parepare, Rabu (19/05/2021). Kegiatan, menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Baca Juga: Legislator Parepare Imbau Warga Ikuti Aturan Pemerintah Soal Larangan Mudik
Kepala UPTD BLK Kota Parepare , Andi Pangerang mengatakan, peserta didominasi warga yang tidak memiliki pekerjaan, yang sebagian besar merupakan korban Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK), dampak pandemi Covid-19 yang masih terjadi.
Kegiatan yang rencananya akan digelar selama satu bulan tersebut, kata Pangerang, bersifat institusional, yang bertujuan memberikan pelatihan yang bersifat up skilling dan reskilling bagi calon tenaga kerja, baik yang berasal dari korban PHK maupun calon tenaga kerja yang baru lulus sekolah.
"Program pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten sehingga diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan dapat menciptakan lapangan kerja baru, utamanya pada masa pamdemi saat ini," papar Pangerang .
Diklat, tambah Pangerang, terbagi dalam lima paket, diantaranya diklat menjahit pakaian dengan mesin, service handphone reparasi perangkat keras, service sepeda motor injeksi, pemasangan listik bangunan serta diklat las SMAW.
Lihat Juga :