Antisipasi Lonjakan COVID-19 Usai Lebaran, Lurah dan Camat Harus Sisir Warga
Rabu, 19 Mei 2021 - 00:16 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada seluruh lurah dan camat untuk menyisir warga yang baru datang, upaya ini dalam rangka menekan lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran. SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada seluruh lurah, camat serta Kepala Puskesmas se-Surabaya untuk menjaga wilayah serta mendata warganya dalam upaya menekan lonjakan kasus COVID-19 usai libur Lebaran.
Melalui pertemuan secara virtual, Eri meminta ada pengetatan protokol kesehatan (prokes) dan semakin memasifkan vaksinasi. “Terutama pelayanan publik dan lanjut usia (lansia),” kata Eri, Selasa (18/5/2021). Baca juga: 5 Keluarga di Ciracas Terindikasi COVID-19, Satgas Setempat Lakukan Lockdown Lokal
Ia melanjutkan, lurah dan camat diminta untuk menjaga wilayahnya dengan berinovasi sebaik mungkin sesuai dengan kondisi daerah setempat. Selain itu, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo juga harus dibangkitkan kembali dengan melibatkan seluruh perwakilan lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari satuan petugas (satgas) COVID-19.
“Jadi anggota satgas itu tidak hanya RT/RW dan pengurus lainnya saja, tetapi libatkan semua unsur untuk menjadi bagian dari satgas. Mulai dari perwakilan karang taruna, kader dan ibu PKK. Dengan begitu semuanya tersentuh, karena kedekatan emosional itu juga berpengaruh,” jelasnya.
Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini meminta, camat sebagai pemilik wilayah untuk mengetahui mobilisasi warganya. Dibantu dengan lurah, RT/RW maupun tiga pilar. Hal ini menjadi penting dilakukan demi mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur lebaran.
Melalui pertemuan secara virtual, Eri meminta ada pengetatan protokol kesehatan (prokes) dan semakin memasifkan vaksinasi. “Terutama pelayanan publik dan lanjut usia (lansia),” kata Eri, Selasa (18/5/2021). Baca juga: 5 Keluarga di Ciracas Terindikasi COVID-19, Satgas Setempat Lakukan Lockdown Lokal
Ia melanjutkan, lurah dan camat diminta untuk menjaga wilayahnya dengan berinovasi sebaik mungkin sesuai dengan kondisi daerah setempat. Selain itu, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo juga harus dibangkitkan kembali dengan melibatkan seluruh perwakilan lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari satuan petugas (satgas) COVID-19.
“Jadi anggota satgas itu tidak hanya RT/RW dan pengurus lainnya saja, tetapi libatkan semua unsur untuk menjadi bagian dari satgas. Mulai dari perwakilan karang taruna, kader dan ibu PKK. Dengan begitu semuanya tersentuh, karena kedekatan emosional itu juga berpengaruh,” jelasnya.
Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini meminta, camat sebagai pemilik wilayah untuk mengetahui mobilisasi warganya. Dibantu dengan lurah, RT/RW maupun tiga pilar. Hal ini menjadi penting dilakukan demi mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur lebaran.
Lihat Juga :