Luapan Air Danau Tempe Rendam 5 Kelurahan di Kabupaten Wajo
Selasa, 18 Mei 2021 - 22:41 WIB
loading...
Salah satu masjid yang berada di Kecamatan Tempe terendam banjir akibat luapan Danau Tempe, Selasa (18/5). Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Lima kelurahan di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo terendam banjir akibat luapan air Danau Tempe , Selasa (18/5).
"Ada 5 kelurahan yang kena banjir, data yang kami peroleh ada 1.601 rumah yang terdampak banjir dan itu diperkirakan akan bertambah mengingat ketinggian air belum maksimal," ujar Camat Tempe, Supardi.
Baca juga:Pulau Buatan di Danau Tempe Sempat 'Hilang' Gegara Terendam Banjir
Selain itu kata Supardi, terdapat 1.868 kepala keluarga dengan total 6.420 jiwa yang merasakan dampak banjir di 5 kelurahan. Mereka tersebar di Kelurahan Salomenraleng, Laelo, Watallipue, Mattirotappareng, dan Kelurahan Tempe.
Meski demikian, aktivitas warga masih normal dan belum ada yang dievakuasi.
Baca juga:Perahu Terbalik di Danau Tempe, 3 Pemuda Tewas dan 5 Lainnya Selamat
"Ketinggian air beragam, dari 50 cm sampai 125 cm. Kami masih melakukan pendataan, termasuk kebutuhan warga yakni bambu," terangnya.
Selain pemukiman, ada 275 hektare area persawahan warga juga tergenang banjir tahunan ini. Kantor Kelurahan Laelo dan Kelurahan Salomenraleng juga terkena banjir.
Baca juga:212 Keluarga di Kabupaten Wajo Tinggal di Posko Pengungsian
Selain rumah dan kantor, tercatat ada 5 tempat ibadah, 7 sarana pendidikan, dan 6 sarana kesehatan terdampak banjir. Banjir diprediksi akan meluas di kawasan pesisir Danau Tempe itu, mengingat curah hujan yang tinggi belakangan ini.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya banjir biasa bertahan sampai tiga bulan," tandasnya.
Sementara, Anggota DPRD Wajo dari fraksi Gerindra, Sulfiah berharap agar pemerintah daoat dengan sigap melakukan langkah-langkah kongkrit dalam membantu masyarakat yang terkena dampak luapan dari air Danau Tempe
"Segera dilakukan pendataan dan lakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Pemerintah wajib memberikan bantuan utamanya dapur umum dan obat-obatan," tandasnya
(ADV)
"Ada 5 kelurahan yang kena banjir, data yang kami peroleh ada 1.601 rumah yang terdampak banjir dan itu diperkirakan akan bertambah mengingat ketinggian air belum maksimal," ujar Camat Tempe, Supardi.
Baca juga:Pulau Buatan di Danau Tempe Sempat 'Hilang' Gegara Terendam Banjir
Selain itu kata Supardi, terdapat 1.868 kepala keluarga dengan total 6.420 jiwa yang merasakan dampak banjir di 5 kelurahan. Mereka tersebar di Kelurahan Salomenraleng, Laelo, Watallipue, Mattirotappareng, dan Kelurahan Tempe.
Meski demikian, aktivitas warga masih normal dan belum ada yang dievakuasi.
Baca juga:Perahu Terbalik di Danau Tempe, 3 Pemuda Tewas dan 5 Lainnya Selamat
"Ketinggian air beragam, dari 50 cm sampai 125 cm. Kami masih melakukan pendataan, termasuk kebutuhan warga yakni bambu," terangnya.
Selain pemukiman, ada 275 hektare area persawahan warga juga tergenang banjir tahunan ini. Kantor Kelurahan Laelo dan Kelurahan Salomenraleng juga terkena banjir.
Baca juga:212 Keluarga di Kabupaten Wajo Tinggal di Posko Pengungsian
Selain rumah dan kantor, tercatat ada 5 tempat ibadah, 7 sarana pendidikan, dan 6 sarana kesehatan terdampak banjir. Banjir diprediksi akan meluas di kawasan pesisir Danau Tempe itu, mengingat curah hujan yang tinggi belakangan ini.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya banjir biasa bertahan sampai tiga bulan," tandasnya.
Sementara, Anggota DPRD Wajo dari fraksi Gerindra, Sulfiah berharap agar pemerintah daoat dengan sigap melakukan langkah-langkah kongkrit dalam membantu masyarakat yang terkena dampak luapan dari air Danau Tempe
"Segera dilakukan pendataan dan lakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Pemerintah wajib memberikan bantuan utamanya dapur umum dan obat-obatan," tandasnya
(ADV)
(luq)
Lihat Juga :