Ini Penyebab Bentrok Massa dan Pembakaran 8 Rumah di Sentani Papua
Minggu, 19 April 2020 - 21:41 WIB
loading...
Ratusan warga dari Kampung Kehiran dan Kampung Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura terlibat bentrok Minggu (19/4/2020). Foto MNC Media
A
A
A
SENTANI - Ratusan warga dari Kampung Kehiran dan Kampung Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura terlibat bentrok Minggu (19/4/2020). Akibatnya sejumlah rumah warga di Kampung Toware dibakar masa dan beberapa warga dilaporkan luka-luka.
Kapolres Jayapura, AKBP Victor D Mackbon kepada awak media memaparkan awal masalah bentrok tersebut. "Ini adalah aksi balasan oleh warga Kampung Kehiran karena kepala kampung mereka dipukul oleh oknum pemuda dari Kampung Toware pada Sabtu malam. Awal persoalan adalah sengketa tanah. Jadi bukan karena soal pemasangan portal untuk pembatasan wilayah saat pandemi Covid-19," kata Kapolres, Minggu (19/4/2020) (sebelumnya ditulis karena pemasangan portal)
Dikatakan, persoalan sengketa tanah antara dua kampung tersebut sesungguhnya telah berlangsung lama, dan telah berlangsung beberapa kali mediasi yang juga melibatkan pihak Dewan Adat Sentani (DAS). Namun disesalkan, Sabtu malam tersebut terjadi pemukulan terhadap kepala kampung Kehiran. (Baca: Sentani Papua Memanas, 2 Kelompok Warga Bentrok 8 Rumah Dibakar)
“Ini masalah sebenarnya sudah lama terjadi dan sudah sering kami mediasi kedua belah pihak melalui Dewan Adat Sentani. Namun disayangkan kenapa ada pemukulan terhadap kepala kampung itu," timpalnya.
Diakui Kapolres, pasca pemukulan terhadap Kepala kampung tersebut, pihaknya sudah menyiagakan personel sejak pagi, namun massa yang berkumpul lebih banyak hingga terjadi bentrokan dan aksi pembakaran.
Kapolres Jayapura, AKBP Victor D Mackbon kepada awak media memaparkan awal masalah bentrok tersebut. "Ini adalah aksi balasan oleh warga Kampung Kehiran karena kepala kampung mereka dipukul oleh oknum pemuda dari Kampung Toware pada Sabtu malam. Awal persoalan adalah sengketa tanah. Jadi bukan karena soal pemasangan portal untuk pembatasan wilayah saat pandemi Covid-19," kata Kapolres, Minggu (19/4/2020) (sebelumnya ditulis karena pemasangan portal)
Dikatakan, persoalan sengketa tanah antara dua kampung tersebut sesungguhnya telah berlangsung lama, dan telah berlangsung beberapa kali mediasi yang juga melibatkan pihak Dewan Adat Sentani (DAS). Namun disesalkan, Sabtu malam tersebut terjadi pemukulan terhadap kepala kampung Kehiran. (Baca: Sentani Papua Memanas, 2 Kelompok Warga Bentrok 8 Rumah Dibakar)
“Ini masalah sebenarnya sudah lama terjadi dan sudah sering kami mediasi kedua belah pihak melalui Dewan Adat Sentani. Namun disayangkan kenapa ada pemukulan terhadap kepala kampung itu," timpalnya.
Diakui Kapolres, pasca pemukulan terhadap Kepala kampung tersebut, pihaknya sudah menyiagakan personel sejak pagi, namun massa yang berkumpul lebih banyak hingga terjadi bentrokan dan aksi pembakaran.
Lihat Juga :