Angkat Pamor Brand Lokal, Ridwan Kamil Sukses Lelang Produk UMKM Rp53 Juta

Selasa, 11 Mei 2021 - 10:36 WIB
loading...
Angkat Pamor Brand Lokal,...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menjadi model produk UMKM hasil kolaborasinya dengan para pemilik brand lokal. Foto/Istimewa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berupaya mengangkat kembali pamor brand lokal yang sempat terdampak pandemi COVID-19. Lewat imajinasinya, Ridwan Kamil memilih berkolaborasi dengan para pemilik brand lokal untuk menciptakan produk berkualitas.

Senin (10/5/2021) malam, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun resmi memperkenalkan 21 produk kolaborasinya lewat konsep lelang virtual. Secara keseluruhan, produk yang dilelang lewat akun Instagram pribadinya, @ridwankamil itu sukses menembus angka Rp53,8 juta.

Dalam lelang, 21 produk premium itu dibagi menjadi empat paket, mulai dari jaket, sepatu, helm, batik, hingga alat makan. Satu dari empat pemenang lelang merupakan anggota DPR RI, Ahmad Sahroni yang rela merogoh koceknya hingga Rp25 juta untuk paket berisi cincin (Sweda), varsity (Harimau Supply), sepatu (Exodo), dan tas kayu (Ruaya).

Baca juga: Hindari Kerumunan di Satu Titik, Pemkot Bandung Minta Semua Masjid Gelar Salat Id

Kang Emil menuturkan, gagasan kolaborasinya dengan para pelaku UMKM lokal itu lahir saat dirinya berkunjung ke salah satu brand sepatu asal Bandung, Exodos, akhir tahun lalu. Saat itu, kata Kang Emil, pemilik Exodus Gally Rangga bercerita soal keresahan industri lokal akibat terdampak pandemi COVID-19.

"Awalnya, bentuk keprihatinan terhadap UMKM lokal yang lagi turun. Itu terlihat dari statistik daya beli masyarakat yang menurun. Saya main ke Exodos, kita ngobrol dan ternyata yang anjlok itu hampir semua di lingkaran brand lokal," tutur Kang Emil.

Dengan bekal keahlian desain yang dikuasainya, Kang Emil pun akhirnya mencoba menawarkan diri untuk terjun langsung menjadi desainer produk hingga kolaborasi pun tercipta. Tidak hanya di Jabar, kolaborasi itu pun ternyata direspons positif para pelaku UMKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Saya kan desainer, arsitek juga. Kalau saya imbau cuma beli produk kan biasa. Saya tawarkan kepada mereka, kalau mau saya ikut mendesain, ikut mikir karena desain itu terapi buat saya. Dari situ, tim mengumpulkan 21 brand yang punya nilai seni. Ternyata macam-macam, mulai dari jaket, sepatu, helm, cincin, batik, hingga alat makan," tutur Kang Emil.

baca juga: 2 Travel Gelap Ditahan Aparat di Kuningan, Penumpangnya Dibolehkan Mudik

Kang Emil akhirnya mengusung konsep desain dwiwarna dengan aksen megamendung dalam produk hasil kooaborasinya itu. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, kata Kang Emil, proses tukar imajinasi pun berjalan menarik, mulai dari ikut mendesain 21 produk hingga diskusi bersama para pemilik brand lokal untuk melahirkan produk berkualitas.

"Saya senang banget walaupun prosesnya lama. Saya juga sebagai Gubernur punya agenda sibuk banget, tapi semua indah pada waktunya. Saya mewakafkan daya imajinasi saya sebagai upaya menolong brand lokal," ungkapnya.

Terjun langsung dalam proses desain, sambung Kang Emil, juga sebagai wujud keseriusannya dalam mengangkat produk lokal. Artinya, gerakan ini menurutnya bukan sekedar gimmick.

"Saya kan bukan lembaga pemodal. Saya ingin brand ini sustain. Jangan gimmick di awal nanti, mati muda. Makanya, saya ingin long term. Saya bilang jual saja nama RK karena saya punya nilai marketing. Daya marketing pemimpin itu penting," ujarnya.

Kang Emil menambahkan, kualitas produk hasil kolobaorasi tersebut memuaskan. Bahkan, dia berani menjamin kualitas produknya itu bisa bersaing dengan produk luar.

"Kalau dibandingkan produk luar, kita bisa bersaing. Saya berharap, setelah ini brand yang saya bantu ini laris manis," ucap Kang Emil.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Kemendagri Bakal Batalkan...
Kemendagri Bakal Batalkan Surat Edaran Soal Larangan Truk Sumbu 3 Jika Tak Sesuai Hukum
Acapcop Resmi Buka Offline...
Acapcop Resmi Buka Offline Store Pertama, Tas Kulit Lokal Berkelas Internasional
Kisah Cinta Atalia Praratya...
Kisah Cinta Atalia Praratya - Ridwan Kamil selama 29 Tahun Bakal Berakhir di Januari 2026?
Isu Perempuan Lain Jadi...
Isu Perempuan Lain Jadi Pemicu Gugatan Cerai ke Ridwan Kamil, Ini Respons Atalia
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Pipa dan Fitting PVC...
Pipa dan Fitting PVC Vinilon Raih Sertifikasi Anti Jamur dari IAPMO Group Indonesia
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved