Karanganyar Gempar! Puluhan Warga Keracunan Takjil, 17 Ambulance Hilir Mudik Evakuasi Warga
Senin, 10 Mei 2021 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
"Ada 17 ambulance dari relawan dikerahkan untuk proses evakuasi warga. Karena daya tampung puskesmas tak cukup, maka dialihkan ke RDUD Kartini Karanganyar,"jelasnya.
Kapolsek Karangpandan, Iptu Puji Iptu Sri Pujiyanto, dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, sebenarnya makanan yang diduga penyebab masyarakat keracunan itu dikonsumsi saat berbuka puasa pada Sabtu 8 Mei 2021.
Saat itu warga RT. 03 RW. 08 Desa Gerdu. Karangpandan mengkonsumsi Nasi Oseng-oseng kancang panjang, tempe bacem dan telur bacem di Masjid At-Taubah. "Namun pada hari Minggu pagi 9 Mei 2021, korban merasakan mual-mual, pusing. Muntah, pegal di badan karena tidak berkuran kemudian dilaporkan ke Polsek Karangpndan," ujarnya.
Namun jumlah warga yang merasakan gejala serupa terus bertambah. Hingga akhirnya terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.
Sedangkan untuk sampel makanan saat ini sudah berada di Laboratorium untuk memastikan penyebab warga keracunan. "Untuk Sempel makanan sudah di bawa Pak Warsito Puskesmas Karangpandan untuk di labUntuk data korban masih pendataan," pungkasnya.
Kapolsek Karangpandan, Iptu Puji Iptu Sri Pujiyanto, dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, sebenarnya makanan yang diduga penyebab masyarakat keracunan itu dikonsumsi saat berbuka puasa pada Sabtu 8 Mei 2021.
Saat itu warga RT. 03 RW. 08 Desa Gerdu. Karangpandan mengkonsumsi Nasi Oseng-oseng kancang panjang, tempe bacem dan telur bacem di Masjid At-Taubah. "Namun pada hari Minggu pagi 9 Mei 2021, korban merasakan mual-mual, pusing. Muntah, pegal di badan karena tidak berkuran kemudian dilaporkan ke Polsek Karangpndan," ujarnya.
Namun jumlah warga yang merasakan gejala serupa terus bertambah. Hingga akhirnya terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.
Sedangkan untuk sampel makanan saat ini sudah berada di Laboratorium untuk memastikan penyebab warga keracunan. "Untuk Sempel makanan sudah di bawa Pak Warsito Puskesmas Karangpandan untuk di labUntuk data korban masih pendataan," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :