Penyekatan Bocor, Satgas COVID-19 Menduga Banyak Pemudik Lolos Masuk Bandung
Minggu, 09 Mei 2021 - 18:42 WIB
loading...
Cek poin di Bundaran Cibiru, Kota Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Upaya penyekatan bagi para pemudik di masa larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021, diduga mengalami kebocoran. Satgas COVID-19 Kota Bandung, memperkirakan banyak pemudik yang lolos masuk ke Kota Bandung.
Baca juga: Jalur Tikus dan Hujan Lebat Membuat Ratusan Pemudik Lolos Penyekatan
"Kalau pemudik yang lolos, mungkin tetap saja ada. Karena di Bandung ini banyak jalur tikus . Mungkin bisa saja mereka kucing-kucingan lewat jalur itu," kata anggota Satgas COVID-19 yang juga Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, Minggu (9/5/2021).
Menurut dia, di Bandung setidaknya ada 40 akses masuk Kota Bandung. Semantara, pihaknya hanya melakukan pengetatan di delapan cek poin. Delapan cek poin itu lebih banyak membidik jalur utama. Sementara jalur tikus akan sulit terpantau. "Tetapi kami tatap yakin, operasi penyekatan di delapan titik yang dilaksanakan 6-17 Mei 2021 akan efektif mengendalikan masuknya pemudik dari luar kota," beber dia.
Baca juga: Mobil Mewah Sengaja Ditabrakkan ke Polantas, Pelakunya Diduga Anggota DPRD
Hingga empat hari proses penyekatan di Bandung, menurutnya, kendaraan masuk asal luar kota cenderung menurun. Mayoritas terpantau banyak di pintu tol. Sementara jalur arteri relatif menurun. "Kendaraan yang kami putar balik cenderung turun. Kemarin malam, hanya sekitar 19 kendaraan di GT Buahbatu," imbuh dia.
Sementara itu, pantauan di cek poin Cibiru, arus kendaraan relatif lebih lengang. Kendaraan yang diberhentikan juga relatif lebih sedikit. Kendaraan yang diberhentikan mayoritas plat nomor luar Bandung. Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan
"Kalaupun ada yang plat luar Bandung tapi mereka ber-KTP Bandung. Tetapi kalau ada yang plat luar Bandung dan KTP non Bandung tidak bawa surat keterangan apapun, kami minta putar balik dengan lebih dulu dipasang stiker," kata petugas pelaksana cek poin Cibiru Martheen. Hari ini, tercatat sudah ada 200 kendaraan yang diperiksa. Sementara kendaraan yang diminta putar balik sekitar 15 mobil dan enam sepeda motor.
Baca juga: Jalur Tikus dan Hujan Lebat Membuat Ratusan Pemudik Lolos Penyekatan
"Kalau pemudik yang lolos, mungkin tetap saja ada. Karena di Bandung ini banyak jalur tikus . Mungkin bisa saja mereka kucing-kucingan lewat jalur itu," kata anggota Satgas COVID-19 yang juga Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, Minggu (9/5/2021).
Menurut dia, di Bandung setidaknya ada 40 akses masuk Kota Bandung. Semantara, pihaknya hanya melakukan pengetatan di delapan cek poin. Delapan cek poin itu lebih banyak membidik jalur utama. Sementara jalur tikus akan sulit terpantau. "Tetapi kami tatap yakin, operasi penyekatan di delapan titik yang dilaksanakan 6-17 Mei 2021 akan efektif mengendalikan masuknya pemudik dari luar kota," beber dia.
Baca juga: Mobil Mewah Sengaja Ditabrakkan ke Polantas, Pelakunya Diduga Anggota DPRD
Hingga empat hari proses penyekatan di Bandung, menurutnya, kendaraan masuk asal luar kota cenderung menurun. Mayoritas terpantau banyak di pintu tol. Sementara jalur arteri relatif menurun. "Kendaraan yang kami putar balik cenderung turun. Kemarin malam, hanya sekitar 19 kendaraan di GT Buahbatu," imbuh dia.
Sementara itu, pantauan di cek poin Cibiru, arus kendaraan relatif lebih lengang. Kendaraan yang diberhentikan juga relatif lebih sedikit. Kendaraan yang diberhentikan mayoritas plat nomor luar Bandung. Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan
"Kalaupun ada yang plat luar Bandung tapi mereka ber-KTP Bandung. Tetapi kalau ada yang plat luar Bandung dan KTP non Bandung tidak bawa surat keterangan apapun, kami minta putar balik dengan lebih dulu dipasang stiker," kata petugas pelaksana cek poin Cibiru Martheen. Hari ini, tercatat sudah ada 200 kendaraan yang diperiksa. Sementara kendaraan yang diminta putar balik sekitar 15 mobil dan enam sepeda motor.
(eyt)
Lihat Juga :