Pemprov Jatim Teken MoU Rp8,59 Triliun dengan GTDC Maroko
Minggu, 09 Mei 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Terkait hasil kerjasama tersebut, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, bahwa peran seorang kepala daerah dinilai sangat penting dalam menginventarisasi dan mengidentifikasi peluang investasi di daerahnya masing-masing.
"Ini momen penting. Saya harap seluruh pihak bisa memanfaatkannya dengan baik," tutur Wagub Emil.
Permintaan Emil ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan realisasi investasi Jatim mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 di masa pandemi ini yaitu 33,8% dibandingkan 2019 sebesar 14,3%. Pertumbuhan tersebut disebutkan yang tertinggi di Indonesia.
Sedangkan dari segi makro ekonomi, Jatim menyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,62%.
Pertumbuhan ekonomi Jatim sendiri mengalami kontraksi sebesar 0,44% yang didominasi oleh sektor industri 30,94%, perdagangan 18,68% dan pertanian 10,84%.
Sehingga dengan disepakatinya MoU tersebut, akan ditindaklanjuti dan menjadi peluang tumbuhnya pembangunan yang cukup signifikan di Jatim.
"Ini momen penting. Saya harap seluruh pihak bisa memanfaatkannya dengan baik," tutur Wagub Emil.
Permintaan Emil ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan realisasi investasi Jatim mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 di masa pandemi ini yaitu 33,8% dibandingkan 2019 sebesar 14,3%. Pertumbuhan tersebut disebutkan yang tertinggi di Indonesia.
Sedangkan dari segi makro ekonomi, Jatim menyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,62%.
Pertumbuhan ekonomi Jatim sendiri mengalami kontraksi sebesar 0,44% yang didominasi oleh sektor industri 30,94%, perdagangan 18,68% dan pertanian 10,84%.
Sehingga dengan disepakatinya MoU tersebut, akan ditindaklanjuti dan menjadi peluang tumbuhnya pembangunan yang cukup signifikan di Jatim.
Lihat Juga :