Wali Kota Bobby Nasution Bantah Ditelepon Gubernur Edy Soal Polemik Karantina
Sabtu, 08 Mei 2021 - 10:42 WIB
loading...
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution membantah adanya komunikasi antara dirinya dengan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terkait tempat karantina WNI di Medan.
A
A
A
MEDAN - Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution membantah adanya komunikasi antara dirinya dengan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terkait tempat karantina Warga Negara Indonesia (WNI) di Medan.
"Belum ada. Nggak ada komunikasi tadi malam. Tidak ada komunikasi tadi malam," kata Bobby Nasution kepada media di Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (7/5/2021).
Bobby menyesalkan sikap dari Pemprov Sumut yang tidak melakukan koordinasi dengan baik mengenai lokasi karantina, terlebih digunakannya beberapa hotel di Medan. Padahal katanya, Pemko Medan ingin turut berperan membantu menurunkan personelnya agar dapat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 secara maksimal.
"Saya dapat laporan terus, bahwa terjadi pergerakan dari keluarga WNI yang dikarantina. Tidak bisa dicegah. Karena petugas cuma berapa, makanya kami ingin bantu sebagai penguat Prokes," kata Bobby.
Selain itu, kekecewaan Bobby kepada Pemprov Sumut semakin bertambah karena dirinya menerima informasi yang tidak benar.
"Saya kan mendapatkan informasi, saya tanyakan ke provinsi waktu itu, per 1 Mei, itu tempat karantina yang ada di hotel-hotel di Medan itu sudah tidak digunakan lagi. Tapi kita tanyakan kemarin kepada kecamatan-kecamatan, yang dijadikan tempat karantina masih ada bahkan yang datang juga masih ada," ujarnya.
Katanya lagi, Pemko Medan secara maksimal akan terus berupaya mencegah penularan Covid-19, oleh sebab itu, Pemko Medan akan terus melakukan kontrol maksimal kepada WNI yang baru tiba dari luar negeri dan keluarga yang datang berkunjung.
"Belum ada. Nggak ada komunikasi tadi malam. Tidak ada komunikasi tadi malam," kata Bobby Nasution kepada media di Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (7/5/2021).
Bobby menyesalkan sikap dari Pemprov Sumut yang tidak melakukan koordinasi dengan baik mengenai lokasi karantina, terlebih digunakannya beberapa hotel di Medan. Padahal katanya, Pemko Medan ingin turut berperan membantu menurunkan personelnya agar dapat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 secara maksimal.
"Saya dapat laporan terus, bahwa terjadi pergerakan dari keluarga WNI yang dikarantina. Tidak bisa dicegah. Karena petugas cuma berapa, makanya kami ingin bantu sebagai penguat Prokes," kata Bobby.
Selain itu, kekecewaan Bobby kepada Pemprov Sumut semakin bertambah karena dirinya menerima informasi yang tidak benar.
"Saya kan mendapatkan informasi, saya tanyakan ke provinsi waktu itu, per 1 Mei, itu tempat karantina yang ada di hotel-hotel di Medan itu sudah tidak digunakan lagi. Tapi kita tanyakan kemarin kepada kecamatan-kecamatan, yang dijadikan tempat karantina masih ada bahkan yang datang juga masih ada," ujarnya.
Katanya lagi, Pemko Medan secara maksimal akan terus berupaya mencegah penularan Covid-19, oleh sebab itu, Pemko Medan akan terus melakukan kontrol maksimal kepada WNI yang baru tiba dari luar negeri dan keluarga yang datang berkunjung.
Lihat Juga :