Gibran Copot Lurah Terkait Pungli THR, Warga Gajahan Solo Protes
Selasa, 04 Mei 2021 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
"Itu sudah menyalahi aturan. Lurah ikut tanda tangan itu makin salah. Jadi harus dicopot. Untuk proses selanjutnya saya serahkan pada inspektorat dan dinas terkait. Ini pun berlaku untuk para Camat," tegas Gibran.
Terpisah, sejumlah warga Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon menolak keputusan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang mencopot Lurah Gajahan, Suparno.
Warga pun memprotes keputusan Gibran tersebut memasang spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Suparno di pagar Kantor Kelurahan Gajahan. Para warga juga berencana akan menemui Gibran untuk meminta supaya Suparno dapat bertugas kembali.
Sejumlah pemuda setempat juga mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan kepada Suparno. Puluhan warga turut menandatangani spanduk.
Saat ini spanduk tersebut sudah tidak terpasang di kantor kelurahan setelah dicopot petugas. Salah seorang warga, Joko Purwanto mengatakan bahwa sejumlah pemuda meminta dukungan dengan membawa spanduk untuk ditandatangani ke rumah-rumah warga.
"Soalnya orangnya baik kepada masyarakat. Masalah pungutan saya enggak pati anu. Tapi tahu-tahu ada pemecatan. Masyarakat enggak terima," kata Joko yang juga menjabat Ketua RT 001 RW 005 Gajahan, Selasa (4/5/2021).
Terpisah, sejumlah warga Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon menolak keputusan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang mencopot Lurah Gajahan, Suparno.
Warga pun memprotes keputusan Gibran tersebut memasang spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Suparno di pagar Kantor Kelurahan Gajahan. Para warga juga berencana akan menemui Gibran untuk meminta supaya Suparno dapat bertugas kembali.
Sejumlah pemuda setempat juga mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan kepada Suparno. Puluhan warga turut menandatangani spanduk.
Saat ini spanduk tersebut sudah tidak terpasang di kantor kelurahan setelah dicopot petugas. Salah seorang warga, Joko Purwanto mengatakan bahwa sejumlah pemuda meminta dukungan dengan membawa spanduk untuk ditandatangani ke rumah-rumah warga.
"Soalnya orangnya baik kepada masyarakat. Masalah pungutan saya enggak pati anu. Tapi tahu-tahu ada pemecatan. Masyarakat enggak terima," kata Joko yang juga menjabat Ketua RT 001 RW 005 Gajahan, Selasa (4/5/2021).
Lihat Juga :