Kepala Pasar yang Kedapatan Tak Terapkan Prokes Bakal Dicopot

Selasa, 04 Mei 2021 - 07:44 WIB
loading...
Kepala Pasar yang Kedapatan...
PD Pasar Makassar Raya menegaskan akan mencopot kepala pasar yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - PD Pasar Makassar Raya menegaskan akan mencopot kepala pasar yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes).

Hal ini untuk memastikan penerapan protokol di pasar dapat berjalan dengan baik. Pasalnya terjadi peningkatan kunjungan secara signifikan di seluruh pasar menjelang akhir ramadan.

Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Basdir mengatakan pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan kepala pasar untuk memastikan penerapan protokol berjalan.

"Pelaksanaan protokol pasar harus maksimal, kalau ada yang tidak laksanakan, kepala pasar yang akan kita evaluasi dan kita ganti," ujar Basdir.

Baca Juga: Pusat Perbelanjaan Dipadati Warga, Plt Gubernur Bakal Panggil Pemkot Makassar

Dari hasil pemantauannya, pasar yang menjual pakaian seperti pasar Butung, Sental dan Senggol dinilai mengalami peningkatan pengunjung paling signifikan. PD Pasar juga berencana membentuk tim pengawas khusus.

"Kita akan rapat dan bentuk tim kecil yang dikoordinir bagian ketertiban di pasar untuk lakukan pemantauan. Risikonya di kami. Kalau ada yang gagal maka diganti, kalau semua gagal maka kami juga akan diganti," tukasnya.

Sementara itu Direktur Operaaional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan menguraikan, terjadi peningkatan pengunjung sekitar 10% hingga 20% di seluruh pasar.

"Ini kan memang susah dideteksi, mal-mal saja tidak bisa deteksi, tapi jika mau dipersentasikan kasar itu ada peningkatan 10%-20%," bebernya.

Baca Juga: 7 Hari Terakhir, Mobilitas Masyarakat ke Pusat Perbelanjaan Meningkat

Naiknya angka kunjungan tersebut diprediksi masih akan terus meningkat. Berkaca dari tahun lalu, jumlah peningkatan bahkan mencapai 50% di akhir ramadan.

Adapun pengunjung yang memadati pasar-pasar di Kota Makassar disebut didominasi oleh orang-orang luar daerah. Hal itu disebabkan adanya rencana pembatasan keluar masuk daerah pada 6 Mei mendatang.

"Jadi rata-rata yang datang yang kita lihat memang itu orang dari luar daerah, dia kemungkinan mau stok memang banyak-banyak karena memang yang ramai di toko grosir, untuk dijual kembali di daerahnya, karena kan ada pembatasan 6 Mei mendatang," tukasnya.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Personel Diterjunkan Awasi Tarif Parkir

Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar telah mengeluarlan surat edaran (SE) Nomor 443.01/182/S.edaran/B.HUK/IV/2021 tentang, Adaptasi Sosial Pelaku Usaha dan Pengurai Kerumunan Dalam Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan Pomanto melalui rapat koordinasi di Balai Kota Makassar telah meminta agar seluruh tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian untuk diawasi secara ketat menjelang Idulfitri 1442 Hijriah.

"Yang disoroti itu pasar Butung Makassar, Mal, Pasar Sambung Jawa malamnya ada lagi Senggol. Saya anggap ini dianggap sebagai poin penting," katanya.

Dia meminta agar kepala pasar diberi sanksi tegas jika kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Tentunya dengan persuasif, boleh kita keras tapi tetap dengan sikap lembut. Kita perlu keras dan ketat tapi dengan sombere. Sifatnya pengunjung diberi sosialisasi, tetapi penerima jika ada yang melanggar adalah pemilik acara dan pemilik usaha," lanjut dia.

Baca Juga: Naikkan Tarif Parkir Rp20 Ribu Tanpa Karcis, 10 Jukir Pasar Sentral Diamankan
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Pasar Makassar...
Digitalisasi Pasar Makassar Dapat Pengakuan Asparindo
Rawan Bocor, Retribusi...
Rawan Bocor, Retribusi Pedagang Pasar Akan Dialihkan ke Digital
Perumda Pasar Makassar...
Perumda Pasar Makassar Buka Vaksinasi di Sembilan Lokasi
Rekomendasi
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Berita Terkini
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved