Rawan Bocor, Retribusi Pedagang Pasar Akan Dialihkan ke Digital
Jum'at, 19 November 2021 - 13:13 WIB
loading...
Ilustrasi transaksi digital kini dipakai di berbagai tempat, mulai pusat perbelanjaan hingga fasilitas kesehatan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
MAKASSAR - Retribusi pedagang di pasar dinilai rawan bocor. Perumda Pasar Makassar pun berencana mengalihkan pembayaran retribusi tersebut ke sistem digital .
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Saharuddin Ridwan, mengatakan saat ini pembayaran retribusi bagi pedagang masih menggunakan karcis. Sistem ini dinilai masih konvensional dan rawan terjadi kebocoran.
Baca Juga: Menipu Janjikan Ijazah Tanpa Kuliah, Oknum Dosen di Makassar Diburu Polisi
“Itu bisa saja banyak kebocoran kalau pakai karcis. Tapi kalau dengan QRIS langsung kita tahu mana yang sudah dan belum membayar. Jadi nanti tidak ada lagi pakai karcis,” kata dia.
Saat ini, ada sekitar 9.600 pedagang aktif dari 15.000 potensi sebelum pandemi Covid-19. Sementara, retribusi setiap pedagang seharusnya dibayar sebesar Rp9.000 setiap hari. Sudah termasuk jasa harian, kebersihan, dan keamanan.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Saharuddin Ridwan, mengatakan saat ini pembayaran retribusi bagi pedagang masih menggunakan karcis. Sistem ini dinilai masih konvensional dan rawan terjadi kebocoran.
Baca Juga: Menipu Janjikan Ijazah Tanpa Kuliah, Oknum Dosen di Makassar Diburu Polisi
“Itu bisa saja banyak kebocoran kalau pakai karcis. Tapi kalau dengan QRIS langsung kita tahu mana yang sudah dan belum membayar. Jadi nanti tidak ada lagi pakai karcis,” kata dia.
Saat ini, ada sekitar 9.600 pedagang aktif dari 15.000 potensi sebelum pandemi Covid-19. Sementara, retribusi setiap pedagang seharusnya dibayar sebesar Rp9.000 setiap hari. Sudah termasuk jasa harian, kebersihan, dan keamanan.
Lihat Juga :