SHM Tiba-tiba Berubah Nama, Wartawan Ini Berjuang Mencari Keadilan
Selasa, 04 Mei 2021 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Endang juga bercerita bAntona Anton pernah datang juga ke rumahnya untuk menagih hutang, Endang kemudian telepon Santi untuk meminta pertanggungjawaban. Santi menyatakan pada Endang agar Anton memberikan waktu lagi.
Atas jawaban Santi tersebut, Anton kemudian meminta Endang untuk membuat surat pernyataan namun ditolak oleh Endang. Anton kemudian memaksa dan akhirnya Endang menandatangani surat pernyataan yang isinya bersedia mengosongkan rumah yang dia tempati.
Masih menurut Teguh, Setelah itu Endang berkomunikasi terus dengan Santi dan selalu dijanjikan. Sampai akhirnya sekitar bulan November 2019, Santi sudah tidak bisa dihubungi lagi.
Beberapa waktu kemudian, datang tiga orang oknum provost TNI dan membawa surat somasi yang dibuat oleh kuasa hukum Anton yang bernama Slamet Riyadi. Dalam somasi disebutkan bAntona sertifikat hak milik rumah Teguh sudah beralih nama menjadi Anton.
“Dan surat PBB yang awalnya atas nama saya sendirian kini menjadi dua orang dengan Anton. Saya kaget, saya selaku pemilik sertifikat, tidak ada niatan untuk menjual satu-satunya aset yang saya miliki,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, Endang menyatakan bAntona saat itu transaksi pinjam meminjam atas nama Santi dan Endang tidak mengetahui apa-apa. Dan dalam kondisi dibawah sadar Endang bersama Anton serta laki-laki yang disuruh mengakui sebagai Teguh.
Atas jawaban Santi tersebut, Anton kemudian meminta Endang untuk membuat surat pernyataan namun ditolak oleh Endang. Anton kemudian memaksa dan akhirnya Endang menandatangani surat pernyataan yang isinya bersedia mengosongkan rumah yang dia tempati.
Masih menurut Teguh, Setelah itu Endang berkomunikasi terus dengan Santi dan selalu dijanjikan. Sampai akhirnya sekitar bulan November 2019, Santi sudah tidak bisa dihubungi lagi.
Beberapa waktu kemudian, datang tiga orang oknum provost TNI dan membawa surat somasi yang dibuat oleh kuasa hukum Anton yang bernama Slamet Riyadi. Dalam somasi disebutkan bAntona sertifikat hak milik rumah Teguh sudah beralih nama menjadi Anton.
“Dan surat PBB yang awalnya atas nama saya sendirian kini menjadi dua orang dengan Anton. Saya kaget, saya selaku pemilik sertifikat, tidak ada niatan untuk menjual satu-satunya aset yang saya miliki,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, Endang menyatakan bAntona saat itu transaksi pinjam meminjam atas nama Santi dan Endang tidak mengetahui apa-apa. Dan dalam kondisi dibawah sadar Endang bersama Anton serta laki-laki yang disuruh mengakui sebagai Teguh.
Lihat Juga :