Mudik Dari Luar Negeri, 15 TKI Asal Madiun Langsung Diisolasi di Sanggar Pramuka
Minggu, 02 Mei 2021 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cianjur Gempar, Tak Terima Diputus Cintanya Seorang Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup
Kepulangan pekerja migran ini, tidak dapat dicegah karena rata-rata mereka telah habis masa kontrak kerja dari negara tempat mereka bekerja seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, dan Hongkong. Mereka akan kembali menetap di kampung halaman masing-masing.
Putri YS, salah satu PMI asal Kabupaten Madiun, mengaku sudah 15 tahun bekerja di Singapura, dan pulang ke kampung halaman karena sudah selesai kontrak kerjanya. "Saya di swab sebanyak tiga kali, saat di Singapura, lalu di Bandara Juanda, dan di Asrama Haji," tuturnya.
![Mudik Dari Luar Negeri, 15 TKI Asal Madiun Langsung Diisolasi di Sanggar Pramuka]()
Hal senada juga diungkapkan oleh Harti, PMI asal Kabupaten Madiun yang bekerja di Hongkong tersebut, telah di swab sejak keberangkatannya dari Hongkong. "Saat tiba di Surabaya, kami juga langsung di swab," ungkapnya.
Kepulangan pekerja migran ini, tidak dapat dicegah karena rata-rata mereka telah habis masa kontrak kerja dari negara tempat mereka bekerja seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, dan Hongkong. Mereka akan kembali menetap di kampung halaman masing-masing.
Putri YS, salah satu PMI asal Kabupaten Madiun, mengaku sudah 15 tahun bekerja di Singapura, dan pulang ke kampung halaman karena sudah selesai kontrak kerjanya. "Saya di swab sebanyak tiga kali, saat di Singapura, lalu di Bandara Juanda, dan di Asrama Haji," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Harti, PMI asal Kabupaten Madiun yang bekerja di Hongkong tersebut, telah di swab sejak keberangkatannya dari Hongkong. "Saat tiba di Surabaya, kami juga langsung di swab," ungkapnya.
Lihat Juga :