Manajer Kimia Farma Otak Kasus Antigen Bekas Ternyata Bersaudara dengan 3 Tersangka Lainnya

Sabtu, 01 Mei 2021 - 18:53 WIB
loading...
Manajer Kimia Farma...
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra menginterogasi tersangka PM yang merupakan Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan di Mapolda Sumut. Foto/Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus
A A A
LUBUKLINGGAU - Picandi Moscojaya (45), manager PT Kimia Farma, tersangka kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu ternyata bersaudara dengan tiga orang tersangka lainnya. Dimana keempat yang bersaudara ini dan satu warga Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura, Sumsel ditangkap jajaran Polda Sumut atas kasus dugaan praktik daur ulang stik swab antigen yang digunakan di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut).

Tiga orang yang merupakan saudara dari Picandi Moscojaya adalah Sepipa Razi (19), Devi Jaya (20), Marzuki (30). Ketiganya adalah warga Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Safarudin, Sekretaris Desa Lubuk Besar mengatakan memang benar diantara lima tersangka ada tiga tersangka kasus stik swab antigen bekas di Bandara Kualanamu, adalah warga di Desa Lubuk Besar. Selain itu dijelaskan Safarudin, ketiganya masih ada hubungan keluarga dengan tersangka utama Picandi Mascojaya (45).

Baca : Baru 4 Bulan Menjabat, Manajer Kimia Farma Tersangka Kasus Antigen Bekas Ternyata Beristri PNS

Yang mana Picandi dengan tersangka Marzuki merupakan adik iparnya Picandi, dan tersangka Picandi dengan tersangka Devi Jaya adalah keponakannya. Begitu juga dengan Sepipa Razi juga merupakan keponakan Picandi. Sedangkan R belum diketahui hubungannya dengan tersangka Picandi.

“ Yang saya tahu hanya tiga orang itu masih ada hubungan keluarga, sementara satunya kurang tahu apa hubungannya, apalagi R itu warga Muara Kelingi,” kata Safaruddi, Sabtu (1/5/2021).

Dijelaskan Safarudin, untuk tersangka Sepipa Razi dan Devi sudah ikut dengan Picandi sejak tamat sekolah SMA, kira-kira 2020, setelah mereka tamat sekolah. “Keduanya merupakan alumni dari SMAN Muara Beliti,” jelasnya.

Untuk Marzuki, sepengetahuan Safarudin baru hitungan bulan diajak Picandi bekerja di Medan. Sebelumnya Marzuki bekerja sebagai sopir angkutan desa (angdes). Dan sejak mereka kerja dengan Picandi belum pernah pulang kampung.

“Picandi ini memang asli dari Desa Lubuk Besar, dan sudah merantau sejak belum menikah. Bahkan saat SD dulu satu kelas sama saya,” katanya.

Baca juga : Manager Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas Bangun Rumah Mewah di Lubuklinggau

Dan untuk di Desa Lubuk Besar, masih ada rumah orang tuanya, yang kadang ditempati oleh ibu Picandi. Sementara ayah Picandi sudah meninggal dunia.

“Awal mendengar berita yang beredar, dia dan warga kampung tidak percaya dan tidak menyangka. Namun setelah menonton TV, saat polisi merilis tersangka, ternyata memang benar bahwa itu mereka. Bahkan video polisi mencegat motor di kawasan bandara, itu adalah Sepipa,” pungkasnya.

Menurut Saparudin, dia sempat satu kelas saat di Sekolah Dasar (SD) dengan PM, yang merupakan otak pelaku rapid tes bekas di KNIA. Namun, sudah sejak lama PM tidak lagi tinggal di desa. Karena itu, pihaknya dan warga Desa Lubuk Besar sangat kaget ketika mendapat kabar bahwa para tersangka ditangkap di Medan, Sumut.

"Can (Picandi) itu memang asal Desa Lubuk Besar, tapi sejak masih bujang atau belum menikah, sudah lama meninggalkan desa ini. Dia tinggal di Lubuklinggau, dan juga saya dengar pernah kerja di Batam, jadi sudah kemana-mana," katanya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Kali Coba Terobos...
3 Kali Coba Terobos Imigrasi, 13 Haji Nonprosedural Digagalkan di Bandara Kualanamu
Tabrakan Maut Renggut...
Tabrakan Maut Renggut Nyawa Sekretaris Dinas Pendidikan Lubuk Linggau
Pesawat Mendarat Darurat...
Pesawat Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Akibat Ancaman Bom, Kodam I/Bukit Barisan Kerahkan Jihandak
Saudi Airlines Jeddah-Surabaya...
Saudi Airlines Jeddah-Surabaya Diteror Ancaman Bom, Budi Gunawan: Ancaman via Email
Dapat Ancaman Bom, 376...
Dapat Ancaman Bom, 376 Jemaah Haji Penumpang Pesawat Saudi Airlines Dievakuasi di Kualanamu
Densus 88 Antiteror...
Densus 88 Antiteror Selidiki Ancaman Teror Bom di Pesawat Saudi Airlines
Bareskrim Polri Tangkap...
Bareskrim Polri Tangkap Buronan Kasus Narkoba di Bandara Kualanamu
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Yonif TP 846, Dorong Kesiapan Satuan dan Ketahanan Pangan
Cerita Jemaah Haji saat...
Cerita Jemaah Haji saat Berada di Pesawat Saudi Airlines yang Mendapat Ancaman Bom
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Infografis
Ryan Routh, Tersangka...
Ryan Routh, Tersangka yang Nyaris Bunuh Donald Trump dengan AK-47
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved