Sadis, Produknya Dihina Jelek Sales Bunuh Wanita Pemilik Toko Pakai Linggis

Sabtu, 01 Mei 2021 - 09:38 WIB
loading...
Sadis, Produknya Dihina...
GV seorang sales permen nekat membunuh Asrokah, karena produk permennya dihina jelek. Foto/iNews TV/Afnan Subagyo
A A A
KEDIRI - Seorang sales produk permen berinisial GV, ditangkap anggota Satreskrim Polres Kediri, lantaran melakukan pembunuhan terhadap Asrokah seorang pemilik toko kelontong asal Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Baca juga: Mayat Perempuan Hamil Terbungkus Karung, Korban Tewas Dibunuh Suami

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku yang merupakan warga Desa Lamong, kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, nekat membunuh korbannya lantaran sakit hati barang dagangan permen tape miliknya dihina jelek dan tidak layak jual oleh korban.



Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, tersangka berkunjung ke toko milik korban dengan maksud menawarkan dagangannya ke korban, namun korban tidak mau membeli dagangan tersangka dengan omongan yang tidak enak didengar, sehingga tersangka tersinggung .

Baca juga: Gudang Penyimpanan Ikan Giling Digerebek, Polisi Temukan 8,3 Ton Daging Berformalin

Saat itu korban mengatakan kepada tersangka, bahwa permen tape milik tersangka tidak laku karena basah, dan korban menawar dengan harga Rp1.500, dari harga sebenarnya Rp3.000.

Mendapatkan hinaan , lalu tersangka menjawab bukan permennya yang tidak laku namun tokonya yang tidak laku. Mendengar jawabab tersangka, korban marah dan akan menampar tersangka sehingga tersangka menangkis.

Baca juga: Dipecat Dari Kadis DLHK, Kolonel Bekas Kasrem Jadi Tersangka Pengolaan Sampah

"Tersangka yang marah akhirnya keluar toko untuk mengambil linggis. Selanjutnya tersangka berpura-pura membeli lampu, dan ketika korban mengambil lampu tersebut tersangka memukul korban menggunakan linggis hingga tewas," terangnya.

Akibat perbuatannya, lanjut Lukman Cahyono, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Kediri untuk kepentingan penyelidikan. Tersangka dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Warga Negara Korsel...
Warga Negara Korsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Diduga Dibunuh
Pria di Jakarta Barat...
Pria di Jakarta Barat Tewas Ditusuk, Kanit Reskrim: Awalnya Cekcok Mulut
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved