Ahli Virologi: Agar Tidak Terjadi Tsunami COVID-19, Patuhi Prokes
Jum'at, 30 April 2021 - 13:53 WIB
loading...
Euforia vaksinasi di India diduga menjadi faktor penentu terjadinya peristiwa tsunami COVID-19 di negara itu. Foto ist
A
A
A
DENPASAR - Euforia vaksinasi di India diduga menjadi faktor penentu terjadinya peristiwa tsunami COVID-19 di negara itu. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Ahli Virologi Universitas Udayana Bali.
"Lingkup vaksinasi di India, sebenarnya juga masih berkisar di angka 7 persen dari jumlah penduduknya, euforia vaksinasi di sana masih dini. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia, karena lingkup vaksinasi di Indonesia baru menyentuh angka sekitar 2,5 persen dari jumlah penduduk,” kata Mahardika, dalam Dialog Produktif bertema Belajar dari India Tingkatkan Kepatuhan Prokes Sekarang Juga yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan FMB9ID_IKP, Kamis (29/4/2021).
Mahardika mengatakan, penyebab pastinya dari peristiwa di India, belum diketahui seutuhnya. Namun, Indonesia harus bisa mengambil pelajaran dari peristiwa meningkatnya kasus di sana. Karena itu perlu dicegah dengan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan 3M. Baca juga:' Tsunami' COVID-19 India Makin Menggila, Kematian Tembus 200.000 Jiwa
“Pelajaran yang harus kita pegang dari kejadian di India adalah, begitu kasus COVID-19 meningkat maka diikuti oleh meningkatnya fatalitas atau angka kematian. Apa yang terjadi di India masih belum pasti disebabkan oleh mutasi virus COVID-19 tapi kita belajar bahwa kerumunan, dan euforia vaksinasi menjadi faktor terbesar yang membuat terjadinya tsunami COVID-19 di India,” kata Mahardika.
Agoes Aufiya, Mahasiswa Indonesia di India menceritakan kondisi di India saat ini. “Dalam 24 jam terakhir, telah terkonfirmasi 379 ribu kasus baru sehingga angka kasus aktif mencapai 3 juta dengan kasus kematian mencapai 3.646. Kalau melihat laporan ketersediaan ruang ICU COVID-19 di New Delhi, dari 4.821 kamar yang ada, kini tersisa 18 ICU saja,” ujarnya.
"Lingkup vaksinasi di India, sebenarnya juga masih berkisar di angka 7 persen dari jumlah penduduknya, euforia vaksinasi di sana masih dini. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia, karena lingkup vaksinasi di Indonesia baru menyentuh angka sekitar 2,5 persen dari jumlah penduduk,” kata Mahardika, dalam Dialog Produktif bertema Belajar dari India Tingkatkan Kepatuhan Prokes Sekarang Juga yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan FMB9ID_IKP, Kamis (29/4/2021).
Mahardika mengatakan, penyebab pastinya dari peristiwa di India, belum diketahui seutuhnya. Namun, Indonesia harus bisa mengambil pelajaran dari peristiwa meningkatnya kasus di sana. Karena itu perlu dicegah dengan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan 3M. Baca juga:' Tsunami' COVID-19 India Makin Menggila, Kematian Tembus 200.000 Jiwa
“Pelajaran yang harus kita pegang dari kejadian di India adalah, begitu kasus COVID-19 meningkat maka diikuti oleh meningkatnya fatalitas atau angka kematian. Apa yang terjadi di India masih belum pasti disebabkan oleh mutasi virus COVID-19 tapi kita belajar bahwa kerumunan, dan euforia vaksinasi menjadi faktor terbesar yang membuat terjadinya tsunami COVID-19 di India,” kata Mahardika.
Agoes Aufiya, Mahasiswa Indonesia di India menceritakan kondisi di India saat ini. “Dalam 24 jam terakhir, telah terkonfirmasi 379 ribu kasus baru sehingga angka kasus aktif mencapai 3 juta dengan kasus kematian mencapai 3.646. Kalau melihat laporan ketersediaan ruang ICU COVID-19 di New Delhi, dari 4.821 kamar yang ada, kini tersisa 18 ICU saja,” ujarnya.
Lihat Juga :