Pertama Diresmikan 6 April 1925, Kereta Rel Listrik di Batavia Pernah Jadi yang Termodern di Asia

Jum'at, 30 April 2021 - 05:30 WIB
loading...
Pertama Diresmikan 6...
Pada 6 April 1925 atau tepat pada Hari Ulang Tahun ke-50 Staats Spoorwegen, diresmikan elektrifikasi jalur kereta api sekaligus peresmian Stasiun Tanjung Priok. Foto/Ist/Tropenmuseum
A A A
JAKARTA - Wacana untuk penerapan transportasi yang ramah lingkungan di Batavia (Jakarta), ternyata sudah dilakukan sejak zaman Hindia Belanda pada 1917 oleh Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara. Pada 6 April 1925 atau tepat pada Hari Ulang Tahun ke-50 Staats Spoorwegen, diresmikan elektrifikasi jalur kereta api sekaligus peresmian pengoperasian Stasiun Tanjung Priok.

Ini menjadikan peringatan setengah abad usia Staats Spoorswegen (SS) pada 6 April 1925 di kantor pusat baru di Bandung terasa lebih spesial. Peluncuran Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jatinegara–Tanjung Priok (PP) itu melengkapi angkutan perkeretaapian ramah lingkungan di Batavia yang sudah ada sejak 25 tahun sebelumnya, yaitu trem listrik yang dioperasikan Batavia Electrische Tramweg Maatschappij.

Dalam peresmian itu digunakan rangkaian kereta listrik bermotor dengan listrik aliran atas bertegangan 1.500 V DC, terdiri dari 2 kereta penumpang. Satu kereta bermotor listrik sebagai penarik sekaligus menjadi kereta penumpang, satu kereta lagi hanya sebagai kereta penumpang. (Baca juga; Stasiun Jakarta Kota; Misteri Sebutan Beos, 2 Kepala Kerbau, dan Filosofi Yunani )

Pada 1 Februari 1926, lokomotif listrik yang baru datang dari pabrik kereta api Werkspoor Belanda mulai melayani umum di lintas rel listrik Batavia-Tanjung Priok. Pada 1 Mei 1926, KRL Batavia–Kemayoran beroperasi.Staats Spoorswegen pada 6 April 1925 juga mendirikan divisi baru bernama Electrische Staats Spoorwegen (ESS), yang bertugas khusus menangani sarana, prasarana dan operasional kereta listrik di Batavia dan sekitarnya.
Pertama Diresmikan 6 April 1925, Kereta Rel Listrik di Batavia Pernah Jadi yang Termodern di Asia


Sebelumnya, awal proses elektrifikasi jalur kereta api pertama kali dilakukan pada jalur rute Tanjung Priok – Meester Cornelis (Jatinegara) pada 1923 dan selesai pada 24 Desember 1924. Tepat setahun kemudian berturut-turut rute kereta listrik Meester Cornelis–Manggarai–Koningsplein (Gambir)–Batavia mulai dibuka untuk umum. (Baca juga; Jejak Batavia Noord, Stasiun Pertama dan Tertua Cikal Bakal Pengembangan Jalur KRL Jakarta-Bogor )

Secara keseluruhan, sejak 1 Mei 1927 Gementee (Kota) Batavia telah dilayani lintas kereta api listrik yang mengelilingi kota (ceintuur-baan). Pada 1939, tercatat sebanyak 72-73 perjalanan kereta api listrik melintasi jalur lingkar Batavia dan Manggarai-Bogor.

Menjelang runtuhnya Hindia Belanda akhir 1941, total sarana kereta api listrik yang dimiliki Staats Spoorwegen (SS) berjumlah 64 unit, terdiri dari 13 unit lokomotif listrik, 25 unit kereta penumpang bermotor, dan 26 kereta penumpang biasa. Pada 1930, elektrifikasi pada jalur Jakarta dan Bogor juga sudah dirampungkan.

Pengoperasian Kereta Rel Listrik di Batavia ini merupakan tonggak dimulainya sistem transportasi massal modern pertama di Asia. Untuk melayani jalur kereta listrik ini, pemerintah Hindia Belanda membeli beberapa jenis lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api. (Baca juga; Si Bon-Bon Simbol Elektrifikasi Jalur Kereta di Tanah Air )
Pertama Diresmikan 6 April 1925, Kereta Rel Listrik di Batavia Pernah Jadi yang Termodern di Asia


Di antaranya, adalah Lokomotif Listrik seri 3000 buatan pabrik Swiss Locomotive & Machine works (SLM) –Brown Baverie Cie (BBC), Lokomotif Listrik seri 3100 buatan pabrik Allgemaine Electricitat Geselischaft (AEG ) Jerman. Ada juga Lokomotif Listrik seri 3200 buatan pabrik Werkspoor Belanda serta KRL buatan pabrik Westinghouse dan KRL buatan pabrik General Electric.

Kemajuan transportasi saat itu didukung dengan dioperasikannya Stasiun Tanjung Priok merupakan stasiun termegah di Asia Tenggara. Stasiun Tanjung Priok digunakan untuk melayani para penumpang dari Pelabuhan Tanjung Priok yang hendak menuju Jakarta. Tak heran, jika Stasiun Tanjung Priok juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan restoran.

Diolah dari berbagai sumber: jakartabytrain.com, facebook @Kereta Api Kita
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Infografis
6 Amalan Sunnah yang...
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved