Mudik Dilarang, Satgas COVID-19 Jabar Gelar Operasi Tekan Mobilitas Masyarakat
Kamis, 29 April 2021 - 17:16 WIB
loading...
Petugas gabungan Satgas COVID-19 melakukan pemeriksaan surat keterangan tes cepat antigen kepada pelaku perjalanan di kawasan Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Ist)
A
A
A
BANDUNG - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 bersama aparat gabungan bakal menggelar Operasi Bhakti Praja dam Operasi Praja Wibawa untuk mengawasi sekaligus menekan mobilitas masyarakat seiring kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran 2021.
Ketua Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku, dan Penegakan Aturan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Ade Afriandi menerangkan, pihaknya mulai mengatur strategi penyekatan dan pengawasan mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.
Ade menyatakan, penanganan COVID-19 dan mudik Lebaran 2021 sudah disusun secara komprehensif lewat Operasi Bhakti Praja yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Menurut Ade, masyarakat sangat berperan penting mencegah potensi penularan COVID-19 dengan cara tidak melaksanakan mudik Lebaran tahun ini.
"Sosialisasi dan edukasi akan kami intensifkan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan agama di RT/RW yang berstatus zona merah atau risiko tinggi," ujar Ade di Bandung, Kamis (29/4/2021).
"Simulasi penerapan prokes 5M juga akan dilakukan, baik di lingkungan masyarakat, ruang publik, mal, pasar, maupun resto," lanjutnya.
Ketua Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku, dan Penegakan Aturan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Ade Afriandi menerangkan, pihaknya mulai mengatur strategi penyekatan dan pengawasan mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.
Ade menyatakan, penanganan COVID-19 dan mudik Lebaran 2021 sudah disusun secara komprehensif lewat Operasi Bhakti Praja yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Menurut Ade, masyarakat sangat berperan penting mencegah potensi penularan COVID-19 dengan cara tidak melaksanakan mudik Lebaran tahun ini.
"Sosialisasi dan edukasi akan kami intensifkan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan agama di RT/RW yang berstatus zona merah atau risiko tinggi," ujar Ade di Bandung, Kamis (29/4/2021).
"Simulasi penerapan prokes 5M juga akan dilakukan, baik di lingkungan masyarakat, ruang publik, mal, pasar, maupun resto," lanjutnya.
Lihat Juga :