Penjual Es Krim di Tasikmalaya Bikin Gempar, Produksi dan Jual Upal Lewat FB

loading...
Penjual Es Krim di Tasikmalaya Bikin Gempar, Produksi dan Jual Upal Lewat FB
Seorang penjual es krim di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dibekuk anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, karena dengan sengaja memproduksi dan menjual uang palsu. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
TASIKMALAYA - Anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, berhasil mengungkap pembuatan dan peredaran uang palsu di Kota Tasikmalaya/ Jawa Barat. Seorang tersangka bernama Asep (44), juga berhasil diringkus.

Baca juga: Antisipasi Peredaran Upal, Polsek Tengaran Edukasi Pedagang Pasar Kembangsari

Sehari-hari, Asep merupakan seorang penjual es krim warga Kampung Cimuncang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Selain tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti ratusan uang palsu pecahan lima ribu, 20 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu, dengan total Rp41.040.000.



Selain uang palsu yang sudah jadi, polisi juga mengamankan mesin printer, kertas ukuran A4, serta sejumlah uang asli pecahan Rp100 ribu, Rp50 Ribu, Rp20 ribu, dan Rp5.000.



Baca juga: Serangan KKB Semakin Brutal, 400 Prajurit Kodam V Brawijaya Diberangkatkan ke Papua

Menurut Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, pelaku membuat uang palsu dengan menggunakan mesin printer dan mengkopi uang asli tersebut dengan mesin printer yang ada fasilitas foto kopinya.

"Tersangka sudah meproduksi uang palsu ini sejak awal tahun 2021 lalu, dan memasarkannya melalui media sosial Facebook dengan perbandingan satu lembar uang asli ditukar dengan lima lembar uang palsu ," tuturnya.

Baca juga: Miris, Alat Rapid Test Antigen untuk Ambil Cairan Hidung di Bandara Kualanamu Digunakan Berulangkali

Uang palsu buatan tersangka, menurut Doni sudah dipasarkan ke beberapa daerah seperti Karawang, dan Bekasi, serta dikirim melalui jasa pengiriman barang setelah pembeli mentransfer uang kepada tersangka.



Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 37 junto pasal 27 ayat 1 UU No. 7/2011 tentang mata uang , dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup dan denda paling banyak Rp100 miliar.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top