Cegah Penyebaran COVID-19, Masjid yang Digunakan untuk Salat Idul Fitri Didata
Selasa, 27 April 2021 - 11:10 WIB
loading...
Cegah Penyebaran COVID-19, Masjid yang Digunakan untuk Salat Idul Fitri Didata. Foto/Angga Rosa
A
A
A
SEMARANG - Polsek Tengaran mendata masjid, musala dan sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang akan digunakan untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1442 H.
Ini dilakukan untuk memastikan tempat pelaksanaan salat Idul Fitri memenuhi standarisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Kapolsek Tengaran Iptu Sungkowo mengatakan, pendataan merupakan bagian upaya antisipasi penularan COVID-19. Dengan demikian, upaya preventif bisa dilakukan sejak dini.
"Kami juga akan mendata pemudik yang terlanjur pulang kampung. Sehingga jika terjadi penularan COVID-19, gugus tugas bisa cepat melakukan penanganan hingga tracing," kata Sungkowo, Selasa (27/4/2021).
Menurutnya, dalam melakukan pendataan, pihaknya melibatkan perangkat desa dan gugus tugas tingkat Rukun Warga (RW). Polsek Tengaran juga meminta pihak desa untuk menyiapkan tempat isolasi bagi pemudik.
"Kami imbau warga Tengaran yang merantau, untuk sementara waktu jangan pulang dulu. COVID-19 masih tinggi dan belakangan ini cenderung meningkat," ujarnya.
Baca juga: Di Tengah Kondisi Sulit, Oknum Pegawai Kelurahan di Kota Semarang Diduga Pungli Rp300 Ribu
Ini dilakukan untuk memastikan tempat pelaksanaan salat Idul Fitri memenuhi standarisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Kapolsek Tengaran Iptu Sungkowo mengatakan, pendataan merupakan bagian upaya antisipasi penularan COVID-19. Dengan demikian, upaya preventif bisa dilakukan sejak dini.
"Kami juga akan mendata pemudik yang terlanjur pulang kampung. Sehingga jika terjadi penularan COVID-19, gugus tugas bisa cepat melakukan penanganan hingga tracing," kata Sungkowo, Selasa (27/4/2021).
Menurutnya, dalam melakukan pendataan, pihaknya melibatkan perangkat desa dan gugus tugas tingkat Rukun Warga (RW). Polsek Tengaran juga meminta pihak desa untuk menyiapkan tempat isolasi bagi pemudik.
"Kami imbau warga Tengaran yang merantau, untuk sementara waktu jangan pulang dulu. COVID-19 masih tinggi dan belakangan ini cenderung meningkat," ujarnya.
Baca juga: Di Tengah Kondisi Sulit, Oknum Pegawai Kelurahan di Kota Semarang Diduga Pungli Rp300 Ribu
Lihat Juga :