Bisnis Lesu Karena Pandemi, BPC HIPMI Surabaya Kawal Program Restrukturisasi Kredit
Selasa, 27 April 2021 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
“Kami juga memberi edukasi kepada pengusaha yang bukan anggota. Kami sifatnya terbuka. Siapapun bisa mendapat bimbingan dari kami. Mau usaha apa saja, kami siap mendampingi,” tandas Lutfi.
Baca juga: Diserang Orang Tak Dikenal, Ayah Luka Bakar Disiram Air Keras, Anaknya Kena Tusuk
Dia mengungkapkan, sektor usaha yang digeluti para anggota HIPMI di Surabaya beraneka ragam. Mulai jualan kaki lima, bidang kesehatan, hingga kontraktor, pertambangan dan bahkan perkapalan. Dari sekian banyak anggota, mayoritas skala usaha adalah menengah. “Kami memiliki memiliki lembaga-lembaga pelatihan yang akan melakukan pendampingan terhadap anggota,” pungkas Lutfi.
Diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang program restrukturisasi kredit hingga Maret tahun 2022. Restrukturisasi kredit dapat membantu meringankan beban para debitur perbankan dan nonperbankan di tengah dampak COVID-19.
Hingga Februari 2021, nilai restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp987,48 triliun, dengan jumlah sebesar 7,94 juta debitur. Sedangkan, untuk restrukturisasi di perusahaan pembiayaan sebesar Rp193,5 triliun, dengan kontrak Rp5,04 juta
Baca juga: Diserang Orang Tak Dikenal, Ayah Luka Bakar Disiram Air Keras, Anaknya Kena Tusuk
Dia mengungkapkan, sektor usaha yang digeluti para anggota HIPMI di Surabaya beraneka ragam. Mulai jualan kaki lima, bidang kesehatan, hingga kontraktor, pertambangan dan bahkan perkapalan. Dari sekian banyak anggota, mayoritas skala usaha adalah menengah. “Kami memiliki memiliki lembaga-lembaga pelatihan yang akan melakukan pendampingan terhadap anggota,” pungkas Lutfi.
Diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang program restrukturisasi kredit hingga Maret tahun 2022. Restrukturisasi kredit dapat membantu meringankan beban para debitur perbankan dan nonperbankan di tengah dampak COVID-19.
Hingga Februari 2021, nilai restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp987,48 triliun, dengan jumlah sebesar 7,94 juta debitur. Sedangkan, untuk restrukturisasi di perusahaan pembiayaan sebesar Rp193,5 triliun, dengan kontrak Rp5,04 juta
(msd)
Lihat Juga :