Kartika Plaza Hotel Bali Layani Turis dengan Protokol Covid-19
Minggu, 19 April 2020 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
“Dari pihak OTA (Online Travel Agent) tanggal 15 Mei 2020, beberapa hotel itu bisa buka. Nah keliatannnya mereka kalau buka Mei berarti Juni dia bisa terima hotel-hotel itu," kata Partha dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2020).
OTA adalah semacam marketing online bagi para pebisnis hotel. Bagi pengusaha hotel, keberadaan OTA amat penting karena layanannya yang berbasis online untuk bisa menarik tamu lebih cepat, mudah, dan praktis. Agung Partha mengatakan, OTA pertama yang dilibatkan adalah Traveloka untuk menampung wisatawan domestik. "Pertama yang macam Traveloka, yang domestik lah. Yang utama kan pasti domestik. Kita harapkan begitu," kata Partha.
Namun demikian, kata dia, jika seandainya ekspektasi dan perkiraan tersebut meleset alias pandemi Covid-19 di Bali masih belum menunjukkan penurunan, maka kemungkinan rencana ini diundur. "Ya kalau belum diundur, mungkin Juli-Agustus," katanya.
Executive Assistant Manager (EAM) Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Pandu Djojoadisoeprapto mengungkapkan, kesiapannya menyambut kebijakan pemerintah untuk bisa melayani tamu-tamu yang datang ke Bali. Pihaknya mengaku sejauh ini Hotelnya tetap melayani tamu dengan melakukan standar protokol Covid-19 untuk memberikan rasa aman, steril kepada para pengunjung dan menekan penyebaran Covid-19. “Yang dilakukan kami misalnya adalah dengan melakukan penyemprotan disinfectan pada area publik, kamar dan restoran secara regular,” ungkap Pandu.Pihaknya juga sangat ketat dalam menerima tamu dari luar. “Kami cek suhu tubuhnya. Jika tidak sehat kita sarankan untuk berobat. Begitupun karyawan kita pantau secara ketat,” tambah Pandu lagi.
Pandu berharap, Juni pandemi Covid-19 telah selesai dan kondisi pariwisata di Bali kembali normal. Salah satu turis berasal dari Amerika Serikat mengaku kondisi di Bali saat ini lebih baik dari negaranya karena iklimnya tropis. Dia juga yakin Bali akan segera pulih sehingga bisa menikmati keindahan alam dan resort secara bebas.
OTA adalah semacam marketing online bagi para pebisnis hotel. Bagi pengusaha hotel, keberadaan OTA amat penting karena layanannya yang berbasis online untuk bisa menarik tamu lebih cepat, mudah, dan praktis. Agung Partha mengatakan, OTA pertama yang dilibatkan adalah Traveloka untuk menampung wisatawan domestik. "Pertama yang macam Traveloka, yang domestik lah. Yang utama kan pasti domestik. Kita harapkan begitu," kata Partha.
Namun demikian, kata dia, jika seandainya ekspektasi dan perkiraan tersebut meleset alias pandemi Covid-19 di Bali masih belum menunjukkan penurunan, maka kemungkinan rencana ini diundur. "Ya kalau belum diundur, mungkin Juli-Agustus," katanya.
Executive Assistant Manager (EAM) Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Pandu Djojoadisoeprapto mengungkapkan, kesiapannya menyambut kebijakan pemerintah untuk bisa melayani tamu-tamu yang datang ke Bali. Pihaknya mengaku sejauh ini Hotelnya tetap melayani tamu dengan melakukan standar protokol Covid-19 untuk memberikan rasa aman, steril kepada para pengunjung dan menekan penyebaran Covid-19. “Yang dilakukan kami misalnya adalah dengan melakukan penyemprotan disinfectan pada area publik, kamar dan restoran secara regular,” ungkap Pandu.Pihaknya juga sangat ketat dalam menerima tamu dari luar. “Kami cek suhu tubuhnya. Jika tidak sehat kita sarankan untuk berobat. Begitupun karyawan kita pantau secara ketat,” tambah Pandu lagi.
Pandu berharap, Juni pandemi Covid-19 telah selesai dan kondisi pariwisata di Bali kembali normal. Salah satu turis berasal dari Amerika Serikat mengaku kondisi di Bali saat ini lebih baik dari negaranya karena iklimnya tropis. Dia juga yakin Bali akan segera pulih sehingga bisa menikmati keindahan alam dan resort secara bebas.
(mhd)
Lihat Juga :