Mendidik Mantan Napi Hasilkan Produk Kreatif, Upaya Bangkit dan Diterima Masyarakat

Sabtu, 24 April 2021 - 19:25 WIB
loading...
Mendidik Mantan Napi...
Inisiator Yayasan Batas Cakrawala Iwan Setiawan (50) menunjukkan produk lampion berbahan dasar dari limbah paralon hasil karya dari para mantan napi yang dibinanya. Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Menjadi seorang pesakitan dengan menjalani kurungan di jeruji besi tentunya tidak diharapkan oleh siapapun. Pasalnya predikat melekat sebagai seorang mantan napi kerap dicibir oleh masyarakat dan peluang untuk mencari pekerjaan pun biasanya tertutup.

Melihat kenyataan seperti itu, membuat Iwan Setiawan (50) warga Komplek Pesona Fajar Asri Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berinisiatif mendirikan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) bernama Yayasan Batas Cakrawala.

Baca juga: Mudik Dilarang, Wagub Jabar Minta ASN Jadi Teladan

Lembaga ini menjadi tempat bagi mantan-mantan pesakitan atau mantan napi untuk berkreasi secara mandiri mengembangka minat dan bakatnya. Tujuannya agar mantan napi tidak kembali terjerumus kepada dunia hitam yang bisa membuat mereka kembali ke habitatnya di penjara.

"Biasanya kan begitu trademark sebagai mantan napi imajenya jelek di masyarakat. Makanya saya ingin mengubah itu dengan merangkul mantan-mantan ini untuk berkreasi di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan," tutur Iwan, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Ada Larangan Mudik Mulai 22 April, Sabtu Pagi Kendaraan Dari Jakarta Padati Tol Cipali

Melalui yayasan ini, dirinya berusaha merangkul mantan napi lalu memberinya edukasi, dan aneka pelatihan kemandirian ekonomi. Sejak didirikan tahun 2016, tercatat sudah ada sebanyak 37 mantan napi yang dibina. Kebanyakan dari mereka adalah napi terorisme.

Supaya mereka tidak kembali ke jalan yang salah, Iwan terus memberikan pemahaman yang positif. Membangkitkan asa selepas menjalani masa tahanan, untuk bisa hidup normal bersama orang-orang tersayang seperti masyarakat kebanyakan.

Selain itu, dia juga memberikan pelatihan skill usaha sebagai bekal diterima masyarakat, keluarga, dan lingkungannya. Seperti diajari cara bertani, berternak, serta membuat barang bernilai ekonomi dari limbah. Hal itu menampakkan hasil dengan banyaknya produk-produk kreasi yang dihasilkan.

"Kini para napi telah memiliki sejumlah usaha mulai dari berdagang baju muslim, peci, kitab, membuat lampion dari paralon, hingga membuka praktik bekam," sebutnya.

Namun kini semenjak pandemi COVID-19 merebak, sejumlah napi mengalami kesulitan ekonomi. Banyak di antara napi mengalami masalah pada sisi pemasaran terhadap produk yang mereka buat. Untuk itu perlu uluran tangan pemerintah dalam membantu proses pemasarannya.

"Selama COVID-19 pemasaran usaha dari teman-teman ini sulit, semoga pemerintah bisa membuka celah pemasaran yang bisa mengakomodir produk-produk dari mereka," pungkasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Napi Korupsi Melipir...
Napi Korupsi Melipir ke Coffee Shop, Ditjenpas Buka Suara
83 Kantong Jenazah Dievakuasi...
83 Kantong Jenazah Dievakuasi dari Lokasi Longsor Bandung Barat, Pencarian Dilanjutkan
Tinjau Korban Longsor...
Tinjau Korban Longsor di Cisarua, Stafsus Menag: Bagian dari Traumatic Healing
Hari Kedelapan Operasi...
Hari Kedelapan Operasi SAR Longsor Bandung Barat, Total 70 Kantong Jenazah Dievakuasi
Update Pencarian Korban...
Update Pencarian Korban Longsor Bandung Barat, Tim SAR Evakuasi 7 Kantong Jenazah
5 Jenazah Korban Longsor...
5 Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Ditemukan, Total 60 Korban
Hari Lansia Nasional,...
Hari Lansia Nasional, 560 Narapidana Terima Remisi
Penindakan Korupsi Lebih...
Penindakan Korupsi Lebih Mahal dari Pencegahan, Ketua KPK: Negara Tanggung Biaya Narapidana
Kemnaker Bakal Salurkan...
Kemnaker Bakal Salurkan Mantan Narapidana ke Pasar Kerja
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved