Heboh Mahasiswa Konser saat Ramadhan, Sulthan Alfaraby: Kampus Harus Tanggung Jawab
Jum'at, 23 April 2021 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dia juga menambahkan bahwa membantu orang yang terkena musibah bisa dilakukan dengan beragam cara dan tidak menimbulkan risiko besar di tengah bulan suci Ramadhan, seperti saat konser ini. Apalagi, mahasiswa adalah orang yang punya beragam ide kreatif. Baca juga: Tetap Produktif Saat Pandemi, ARS Gelar Seminar Sidang Tesis Mahsiswa Pascasarjana
"8 tahun lalu, saya adalah seorang yang bergerak di bidang musik. Kami juga galang dana untuk korban bencana. Tapi saat Ramadhan, kami tidak buat konser, melainkan menyewakan alat-alat musik, turun ke jalan dan masih banyak lagi. Orang senang lihat kita membantu, kita juga senang lihat orang lain yang menghargai usaha kita. Mahasiswa harus banyak ide kreatif dan membaca kondisi," terangnya.
Terakhir, penulis buku ini juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini. Menurutnya, pihak kampus harus ikut bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui dan bisa dipertanggung jawabkan oleh mereka.
"Pemkot Banda Aceh dan kepolisian harus menuntaskan kasus ini agar tak menjadi 'penyakit' kedepan. Pihak kampus juga harus bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui pihak kampus sebelumnya dan harus bisa dipertanggung jawabkan. Jangan sampai karena sekelompok mahasiswa itu, usaha orang lain yang rugi karena cafe disegel. Ini kasihan sekali," tutupnya.
"8 tahun lalu, saya adalah seorang yang bergerak di bidang musik. Kami juga galang dana untuk korban bencana. Tapi saat Ramadhan, kami tidak buat konser, melainkan menyewakan alat-alat musik, turun ke jalan dan masih banyak lagi. Orang senang lihat kita membantu, kita juga senang lihat orang lain yang menghargai usaha kita. Mahasiswa harus banyak ide kreatif dan membaca kondisi," terangnya.
Terakhir, penulis buku ini juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini. Menurutnya, pihak kampus harus ikut bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui dan bisa dipertanggung jawabkan oleh mereka.
"Pemkot Banda Aceh dan kepolisian harus menuntaskan kasus ini agar tak menjadi 'penyakit' kedepan. Pihak kampus juga harus bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui pihak kampus sebelumnya dan harus bisa dipertanggung jawabkan. Jangan sampai karena sekelompok mahasiswa itu, usaha orang lain yang rugi karena cafe disegel. Ini kasihan sekali," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :