Makam Keramat Tajug dan Kisah Putra Sultan Ageng Tirtayasa Mengislamkan Tangerang

Jum'at, 23 April 2021 - 06:02 WIB
loading...
A A A
Yang membuat Makam Keramat Tajug menarik para peziarah adalah jejak sejarah TB Atif sebagai Panglima Perang Kesultanan Banten, putra Sultan Ageng Tirtayasa, dan penyebar ajaran agama Islam di wilayah Cilenggang, Serpong, Tangerang, Banten.

"TB Atif yang membawa agama Islam dari Banten ke Cilenggang. Jadi menurut cerita-cerita orang tua dulu, Cilenggang itu basisnya orang Hindu. Jadi setelah beliau datang ke sini, alhamdulillah jadi banyak yang memeluk agama Islam," ujar Haris.

Dalam menyebarkan Islam, TB Atif menggunakan cara kasih sayang dengan mendatangi warga dari pintu ke pintu dan merangkulnya sambil tetap berperang melawan penjajah kolonial Belanda.
Baca juga: Asal Usul Nama Depok Berasal dari Padepokan yang Didirikan Embah Raden Wujud

Sejarawan sekaligus Budayawan asli Tangsel TB Sos Rendra mengatakan, jejak sejarah TB Atif di Cilenggang bisa dirunut sejak terjadinya perubahan nama Benteng menjadi Tangerang pada 15 Oktober 1954 kemudian membangun benteng selatan.

"Ketika Benteng diganti dengan sebutan Tangerang, Belanda kompeni lari ke benteng bagian selatan (sekarang Tangsel). Mereka membuat benteng di sepanjang Cisadane pada 1654 dan kembali menjajah masyarakat," katanya.

Melihat kesewenang-wenangan Belanda itulah akhirnya pada 1667 Sultan Ageng Tirtayasa mengutus putranya yang nomor enam TB Raden Wetan Muhammad Atif ke Cilenggang untuk menghancurkan benteng Belanda di bagian selatan.

Setibanya di Cilenggang, Atif yang membawa panji Islam mendapatkan perlawanan dari golongan Hindu yang merupakan penduduk asli di sana. Sehingga, Atif tidak hanya mengemban misi perang terhadap Belanda, tapi juga menyebarkan Islam.

Perjuangan TB Atif dalam menyebarkan Islam akhirnya berhasil setelah sejumlah tokoh Hindu berhasil ditaklukkan dan memeluk Islam. Setelah itu, Atif pun hendak kembali lagi ke Banten.

"Tetapi dia ditahan oleh para pengikutnya. Lalu, TB Atif menikah dengan orang Cilenggang, Siti Almiah pada 1667. Mas kawinnya Masjid Jami Al Ikhlas. Dari hasil perkawinannya dengan Siti Almiah, mereka akhirnya dikarunia empat anak," ujar TB Sos Rendra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Hadiri Pemakaman...
Demi Hadiri Pemakaman Temon, Mongol Stres Rela Naik Pesawat Kelas Bisnis dari Bali
Tangis Istri Temon Pecah...
Tangis Istri Temon Pecah saat Pemakaman, Bisikan Perpisahan Terakhir Bikin Hati Pilu
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Rekomendasi
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved