Mengharukan, Ini Harapan Istri Korban Penembakan KKB Papua Usai Terima Santunan dari Mensos Risma

Selasa, 20 April 2021 - 21:57 WIB
loading...
Mengharukan, Ini Harapan...
Tiga ahli waris korban penembakan KKB Papua usai menerima penghargaan dan santunan dari Mensos RI, Tri Rismaharini, di Makassar, Selasa (20/4/2021) malam. Foto: iNews/Jufri Tonapa
A A A
MAKASSAR - Kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini membawa angin segar bagi keluarga tiga korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Puncak, Papua .

Risma berkunjung sekaligus memberikan bantuan kepada tiga keluarga korban keberingasan KKB. Bantuan berupa uang tunai itu masing-masing Rp15 Juta.

Santunan tersebut diserahkan pada acara silaturahmi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar, Selasa, (20/4/ 2021). Risma didampingi Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman.

Baca juga: Mensos Risma Beri Penghargaan untuk 2 Guru Korban Penembakan KKB di Papua

“Kepada keluarga korban, saya berharap mari kita bersama-sama ikhlaskan. Kita tidak usah dendam, meskipun itu sulit sekali. Supaya Tuhan menerima semua perbuatan baik yang sudah pernah dilakukan, baik oleh almarhum maupun kita semuanya,” kata Risma dalam sambutannya.

Dua guru yang ditembak KKB Papua yakni Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden asal Kabupaten Toraja Utara. Penghargaan dan santunan diwakili istri almarhum. Nathalina Pamean, istri Oktovianus Rayo dan Dewi Cita Paliling, istri Yonathan Renden.

Nathalina mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah, khususnya Mensos Tri Rismaharini. "Terimakasih untuk Ibu menteri, kami tidak bisa membalasnya, hanya bisa berdoa supaya diberikan kesehatan, dilancarkan rezeki,” ungkap wanita 45 tahun itu.

Baca juga: Papua Gempar, Tukang Ojek Meregang Nyawa Diduga Ditembak Secara Brutal Oleh KKB

Dia mengaku trauma atas kejadian yang menimpa keluarganya. Ia harus kehilangan parner kerja sebagai guru di Papua. Lima buah hatinya bersama Oktovianus terus ditenangkan. "Mereka kehilangan seorang ayah yang baik dan penyabar," aku Nathalina.

Dia menceritakan selama hampir 11 tahun tinggal di Distrik Boega, suaminya amat dekat dengan siapa pun. "Tidak membeda-bedakan suku manapun. Baik sama semua orang," ujarnya.

Nathalina berharap pemerintah bisa menjamin masa depan kelima anak-anaknya. Dia meminta agar status honorernya dinaikkan jadi pegawai negeri sipil (PNS). “Kalau bisa saya diangkat jadi PNS, supaya bisa menafkahi anak-anak saya," paparnya.

Baca juga: 2 Guru Korban Penembakan KKB di Distrik Boega Disambut Histeris Keluarga di Makassar

Dia menceritakan anak pertamanya sudah hampir menyelesaikan masa studi SMA di Timika dan melangkah ke bangku kuliah. Anak keduanya duduk di bangku SMA kelas 1 di Timika.

“Yang ketiga ini kelas 1 SMP di Boega, keempat dan kelima itu SD Inpres Sam Ratulangi di Timika. Hanya satu yang kami bawa ke Distrik tempat kami mengabdi yang lain tinggal sama tantenya di Timika," ujarnya.

Nathalina belum berencana kembali ke Distrik Boega. "Rencana saya akan kembali ke Timika, karena anak-anak di sana semua. Iya (masih takut dan trauma)," tukasnya.

Baca juga: Tuhan Tolong Selamatkan Saya! Teriak Natalina Istri Guru yang Ditembak Mati KKB

Tri Rismaharini menanggapi permintaan Nathalina. Dia bilang akan mengusulkan ke Kementrian Pendidikan ihwal pengangkatan status jadi PNS. Selain itu anak-anak korban KKB akan diberikan beasiswa.

"Nanti kita usulkan kementerian pendidikan, untuk jadi PNS. Karena kita tidak punya kewenangan. Termasuk soal beasiswa anak-anak korban ini, kita koordinasikan dan sampaikan ke bapak Presiden," tegasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Wadanyon HSSBI KKB Kodap...
Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Kemlu: Tak Ada Korban...
Kemlu: Tak Ada Korban WNI dalam Insiden Penembakan di Masjid San Diego California
Rekomendasi
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Berita Terkini
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved