Mudik Dilarang, Pengiriman Barang Diprediksi Meningkat 40 Persen
Selasa, 20 April 2021 - 09:01 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Supply Chain Indonesia (SCI) memperkirakan, larangan pemerintah terhadap mudik Lebaran diperkirakan bakal meningkatkan volume kiriman barang jelang Idul Fitri tahun ini.
Head of Consulting Division SCI Zaroni mengatakan, menyatakan kondisi pandemi telah mengubah perilaku belanja konsumen dari offline menjadi online yang berdampak terhadap peningkatan pengiriman barang.
Selain itu, kebijakan PPKM dan larangan mudik juga memicu peningkatan pengiriman terutama kepada keluarga dan kerabat pada Ramadhan dan menjelang Lebaran.
"Volume kiriman pada Ramadhan dan menjelang Lebaran diperkirakan naik sekitar 40% jika melihat volume kenaikan pada tahun lalu yang kondisinya lebih ketat dibandingkan tahun ini," katanya.
Apalagi, kata dia, rencana pemerintah dalam memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) pada hari belanja online nasional (harbolnas) sebelum Lebaran juga akan mendorong belanja online. Kebijakan itu akan berdampak pada peningkatan volume pengiriman. Harbolnas akan digelar serentak pada H-10 dan H-5 Idul Fitri.
Oleh karenanya, kata dia, mengantisipasi peningkatan permintaan pengiriman barang selama bulan Ramadhan perlu upaya penyedia jasa logistik atau kurir agar pengiriman tetap lancar dan tepat waktu.
Pertama, penyedia jasa logistik atau kurir perlu menyiapkan kapasitas operasional yang memadai di setiap proses penanganan kiriman. Peningkatan kapasitas mulai dari collecting atau drop point, baik untuk pengirim yang menyerahkan kirimannya di loket atau counter, maupun pengirim yang meminta layanan penjemputan (pick-up), sampai pengantaran (last-mile delivery).
Head of Consulting Division SCI Zaroni mengatakan, menyatakan kondisi pandemi telah mengubah perilaku belanja konsumen dari offline menjadi online yang berdampak terhadap peningkatan pengiriman barang.
Selain itu, kebijakan PPKM dan larangan mudik juga memicu peningkatan pengiriman terutama kepada keluarga dan kerabat pada Ramadhan dan menjelang Lebaran.
"Volume kiriman pada Ramadhan dan menjelang Lebaran diperkirakan naik sekitar 40% jika melihat volume kenaikan pada tahun lalu yang kondisinya lebih ketat dibandingkan tahun ini," katanya.
Apalagi, kata dia, rencana pemerintah dalam memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) pada hari belanja online nasional (harbolnas) sebelum Lebaran juga akan mendorong belanja online. Kebijakan itu akan berdampak pada peningkatan volume pengiriman. Harbolnas akan digelar serentak pada H-10 dan H-5 Idul Fitri.
Oleh karenanya, kata dia, mengantisipasi peningkatan permintaan pengiriman barang selama bulan Ramadhan perlu upaya penyedia jasa logistik atau kurir agar pengiriman tetap lancar dan tepat waktu.
Pertama, penyedia jasa logistik atau kurir perlu menyiapkan kapasitas operasional yang memadai di setiap proses penanganan kiriman. Peningkatan kapasitas mulai dari collecting atau drop point, baik untuk pengirim yang menyerahkan kirimannya di loket atau counter, maupun pengirim yang meminta layanan penjemputan (pick-up), sampai pengantaran (last-mile delivery).
Lihat Juga :