Bocah 5 Tahun Ini Terus Memeluk Kaki Ayahnya karena Menolak Tinggal Bersama Ibunya
Jum'at, 16 April 2021 - 02:05 WIB
loading...
Bocah ZR terus saja memeluk kaki ayahnya Triyono karena menolak tinggal bersama ibunya saat akan dieksekusi oleh PA Ngawi, Kamis (15/4/2021). Foto: iNews TV/Asfi Manar
A
A
A
NGAWI - Bocah ZR yang masih berumur 5 tahun tidak ingin melepas kaki ayahnya, Triyono, saat Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Ngawi , Jawa Timur ( Jatim ) hendak menjemputnya sebagai bentuk pelaksanaan eksekusi akibat perceraian orang tua .
Eksekusi itu pun berjalan alot karena sang anak mendadak panik dan depresi akibat banyaknya petugas yang datang mengawal jalanya penjemputan yang dilakukan, dia bahkan terus dan semakin erat memeluk kaki ayahnya, karena menolak diajak ibunya untuk tinggal bersama sebagai pemohon dan ingin tetap dalam asuhan ayahnya setelah bercerai.
![Bocah 5 Tahun Ini Terus Memeluk Kaki Ayahnya karena Menolak Tinggal Bersama Ibunya]()
Baca juga: Gugatan Anak terhadap Ayah Kandung Berakhir dengan Penolakan Hakim
ZR bahkan semakin histeris dan ketakutan ketika ayahnya beradu argumen dengan juru eksekusi yang mencoba menyampaikan maksud dan tujuan eksekusi. Meskipun petugas juga mendatangkan pemohon yaitu Nur Cahyani, ibu ZR untuk membujuknya bocah tersebut justru semakin depresi dan kerakutan.
Kedatangan puluhan petugas gabungan TNI Polri serta Dinas Perlindungan Anak yang mengawal pelaksanaan eksekusi membuat ZR sempat kabur keluar rumah dan proses penjemputan ZR menjadi semakin alot.
Eksekusi itu pun berjalan alot karena sang anak mendadak panik dan depresi akibat banyaknya petugas yang datang mengawal jalanya penjemputan yang dilakukan, dia bahkan terus dan semakin erat memeluk kaki ayahnya, karena menolak diajak ibunya untuk tinggal bersama sebagai pemohon dan ingin tetap dalam asuhan ayahnya setelah bercerai.

Baca juga: Gugatan Anak terhadap Ayah Kandung Berakhir dengan Penolakan Hakim
ZR bahkan semakin histeris dan ketakutan ketika ayahnya beradu argumen dengan juru eksekusi yang mencoba menyampaikan maksud dan tujuan eksekusi. Meskipun petugas juga mendatangkan pemohon yaitu Nur Cahyani, ibu ZR untuk membujuknya bocah tersebut justru semakin depresi dan kerakutan.
Kedatangan puluhan petugas gabungan TNI Polri serta Dinas Perlindungan Anak yang mengawal pelaksanaan eksekusi membuat ZR sempat kabur keluar rumah dan proses penjemputan ZR menjadi semakin alot.
Lihat Juga :