Sukses Investasi Bitcoin, Sigit Tanoko Berbagi Tips dan Triknya
Rabu, 14 April 2021 - 09:53 WIB
loading...
Nama Sigit Putra Tanoko dikenal sebagai investor Bitcoin yang berhasil mengelola aset digital tersebut. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Nama Sigit Putra Tanoko dikenal sebagai investor Bitcoin yang berhasil mengelola aset digital tersebut. Atas keberhasilannya, pemilik akun YouTube Sigit Tanoko ini juga merilis buku terkait Bitcoin berjudul “Bitcoin 101”.
Sigit Tanoko mengaku mengenal Bitcoin pada 2016 lewat sebuah permainan. Dari permainan tersebut dia berhasil mendapatkan 9 BTC dan kemudian menjadi 12 BTC. Kemduian dia jual ketika harga 1 BTC masih berada pada kisaran Rp8.000.000 per BTC.
Lalu, Sigit Tanoko terus memantau harga Bitcoin di pasaran. Kemudian, dia pun melihat pergerakan harga naik yang sangat cepat, yang semula 1 BTC bernilai sekitar Rp8.000.000 naik menjadi Rp15.000.000 dan tidak lama menyentuh nilai Rp35.000.000 per BTC.
Nah, ketika Bitcoin menyentuh harga Rp35.000.000, Sigit Tanoko akhirnya memutuskan untuk membelinya kembali. Dia kemudian mempelajari lebih terkait dengan aset digital ini. (Baca juga; Harga Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi, Sudah Setara Satu Unit Rumah Mewah )
Dia percaya kenaikan nilai tersebut bukan tanpa alasan, sebab Bitcoin memiliki nilai layaknya emas. "Dasar sifat inilah dan juga sifat Bitcoin yang terdesentralisasi yang menjadikan saya mulai mencoba mengelola dana pada aset digital ini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.
Diketahui, kepopuleran mata uang kripto ini berawal dengan melonjaknya harga Bitcoin (BTC) di tahun 2017 hingga mencapai Rp270.000.000 per BTC. Namun, siapa sangka nilainya turun menjadi sekitar Rp55.000.000 pada tahun berikutnya. Hari ini, harga bitcoin kembali melejit dan berada di kisaran 906 juta per BTC.
Sigit mengatakan, dirinya menggunakan metode Dollar Cost Averaging untuk menginvestasikan dananya pada Bitcoin. Dia berusaha mengalokasikan dananya dengan jumlah tertentu setiap bulannya untuk membeli Bitcoin. Lalu, ketika Indikator RSI dan Moving Average 200-Weekly menunjukkan nilai yang rendah dia justru membeli dengan jumlah yang banyak.
Sigit Tanoko mengaku mengenal Bitcoin pada 2016 lewat sebuah permainan. Dari permainan tersebut dia berhasil mendapatkan 9 BTC dan kemudian menjadi 12 BTC. Kemduian dia jual ketika harga 1 BTC masih berada pada kisaran Rp8.000.000 per BTC.
Lalu, Sigit Tanoko terus memantau harga Bitcoin di pasaran. Kemudian, dia pun melihat pergerakan harga naik yang sangat cepat, yang semula 1 BTC bernilai sekitar Rp8.000.000 naik menjadi Rp15.000.000 dan tidak lama menyentuh nilai Rp35.000.000 per BTC.
Nah, ketika Bitcoin menyentuh harga Rp35.000.000, Sigit Tanoko akhirnya memutuskan untuk membelinya kembali. Dia kemudian mempelajari lebih terkait dengan aset digital ini. (Baca juga; Harga Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi, Sudah Setara Satu Unit Rumah Mewah )
Dia percaya kenaikan nilai tersebut bukan tanpa alasan, sebab Bitcoin memiliki nilai layaknya emas. "Dasar sifat inilah dan juga sifat Bitcoin yang terdesentralisasi yang menjadikan saya mulai mencoba mengelola dana pada aset digital ini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.
Diketahui, kepopuleran mata uang kripto ini berawal dengan melonjaknya harga Bitcoin (BTC) di tahun 2017 hingga mencapai Rp270.000.000 per BTC. Namun, siapa sangka nilainya turun menjadi sekitar Rp55.000.000 pada tahun berikutnya. Hari ini, harga bitcoin kembali melejit dan berada di kisaran 906 juta per BTC.
Sigit mengatakan, dirinya menggunakan metode Dollar Cost Averaging untuk menginvestasikan dananya pada Bitcoin. Dia berusaha mengalokasikan dananya dengan jumlah tertentu setiap bulannya untuk membeli Bitcoin. Lalu, ketika Indikator RSI dan Moving Average 200-Weekly menunjukkan nilai yang rendah dia justru membeli dengan jumlah yang banyak.
Lihat Juga :