Infrastruktur Digital Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Flores Timur dan Lembata NTT
Selasa, 13 April 2021 - 16:20 WIB
loading...
Menkominfo Johnny G Plate memantau jaringan dan layanan jaringan telekomunikasi dan internet di daerah bencana alam dan tanah longsor di Flores Timur dan Lembata, NTT. Foto Ist
A
A
A
FLORES TIMUR - Menteri Komunikasi dan Informatika , Johnny G Plate memantau jaringan dan layanan jaringan telekomunikasi dan internet di daerah yang mengalami musibah bencana alam dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, NTT. Dalam kondisi luar biasa seperti bencana alam, dibutuhkan komunikasi yang optimal antara seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali lokasi yang terdampak bencana.
Kecepatan proses pendataan, pengalokasian dan pendistribusian bantuan, tidak terlepas dari peran strategis insfrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Dalam situasi seperti ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo telah merelokasi beberapa akses internet ke daerah-daerah terdampak untuk memprioritaskan koordinasi tanggap bencana. BAKTI telah mengirimkan tim untuk merelokasi akses internet melalui perangkat satelit (VSAT) di lokasi pengungsian di Lembata dan Flores Timur. VSAT akan menyediakan akses internet untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi masyarakat serta para relawan, aparat, dan pemerintah daerah,” kata Menkominfo, Selasa (13/4/2021).
Baca: Banjir Bandang di Adonara NTT, Ratusan Rumah Hancur dan 4 Kecamatan Terisolir
Dirinya menyampaikan, bela sungkawa dan sekaligus memastikan bahwa infrastruktur telekomunikasi di NTT dapat pulih dan berfungsi kembali. Dari sisi infrastruktur telekomunikasi, di Nusa Tenggara Timur terdapat 2.794 BTS aktif. Dari jumlah tersebut, 450 BTS terdampak dan belum berfungsi dengan baik.
Sejumlah 444 di antaranya milik operator seluler. Selain infrastruktur tersebut, BAKTI Kominfo menyediakan juga 10 unit ponsel satelit atau satphone. Berdasarkan pengalaman mitigasi kebencanaan sebelumnya, BAKTI Kominfo telah mengantisipasi sulitnya akses telekomunikasi dengan memanfaatkan teknologi satphone tersebut.
"Kominfo melalui BAKTI telah mendistribusikan 40 buah telepon satelit untuk daerah-daerah bencana di NTT. Dengan telepon satelit diharapkan pemerintah daerah dapat tetap melakukan komunikasi dan koordinasi meski jaringan telekomunikasi teresterial belum pulih," katanya.
Kecepatan proses pendataan, pengalokasian dan pendistribusian bantuan, tidak terlepas dari peran strategis insfrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Dalam situasi seperti ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo telah merelokasi beberapa akses internet ke daerah-daerah terdampak untuk memprioritaskan koordinasi tanggap bencana. BAKTI telah mengirimkan tim untuk merelokasi akses internet melalui perangkat satelit (VSAT) di lokasi pengungsian di Lembata dan Flores Timur. VSAT akan menyediakan akses internet untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi masyarakat serta para relawan, aparat, dan pemerintah daerah,” kata Menkominfo, Selasa (13/4/2021).
Baca: Banjir Bandang di Adonara NTT, Ratusan Rumah Hancur dan 4 Kecamatan Terisolir
Dirinya menyampaikan, bela sungkawa dan sekaligus memastikan bahwa infrastruktur telekomunikasi di NTT dapat pulih dan berfungsi kembali. Dari sisi infrastruktur telekomunikasi, di Nusa Tenggara Timur terdapat 2.794 BTS aktif. Dari jumlah tersebut, 450 BTS terdampak dan belum berfungsi dengan baik.
Sejumlah 444 di antaranya milik operator seluler. Selain infrastruktur tersebut, BAKTI Kominfo menyediakan juga 10 unit ponsel satelit atau satphone. Berdasarkan pengalaman mitigasi kebencanaan sebelumnya, BAKTI Kominfo telah mengantisipasi sulitnya akses telekomunikasi dengan memanfaatkan teknologi satphone tersebut.
"Kominfo melalui BAKTI telah mendistribusikan 40 buah telepon satelit untuk daerah-daerah bencana di NTT. Dengan telepon satelit diharapkan pemerintah daerah dapat tetap melakukan komunikasi dan koordinasi meski jaringan telekomunikasi teresterial belum pulih," katanya.
Lihat Juga :