Kota Bogor Siapkan Pembelajaran Tatap Muka, Kantin dan Ekstrakurikuler Dilarang
Senin, 12 April 2021 - 13:38 WIB
loading...
Pemkot Bogor tengah mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) alternatif untuk SD, SMP dan SMA atau sederajat.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) alternatif untuk SD, SMP dan SMA atau sederajat. Keberadaan kantin dan ekstrakurikuler belum diperbolehkan beroperasi di sekolah.
"Kalau dari pusat menjadwalkan pelaksanaan tatap muka Juli mendatang," ungkap Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi, sebagaimana dilansir laman resmi Pemkot Bogor yang dikutip, Senin (12/4/2021). Hanafi mengatakan, secara umum semua daerah mempersiapkan pelaksanaan tatap muka.
Nantinya pembelajaran tatap muka ini hanya kegiatan belajar mengajar saja alias kantin dan ekstrakurikuler belum diperbolehkan beroperasi, sehingga anak-anak harus membawa bekal dari rumah. "Disdik mengambil langkah teknis dengan membentuk Satgas Covid-19 pelajar, beberapa sekolah sudah mempersiapkan sarana prasarananya. Mulai dari tempat mencuci tangan, desinfektan, cek suhu dan nanti dilakukan uji coba terlebih dahulu," tutur Hanafi.
Khusus Sekolah Dasar (SD), kata dia, situasinya lebih pelik mengingat jumlah SD di Kota Bogor cukup banyak, siswanya pun banyak dan yang paling dikhawatirkan penerapan 3M, terutama jaga jarak sesama siswa. Baca: Sosialisasikan Larangan Mudik, Polda Metro Gelar Operasi Keselamatan Jaya
Pihaknya pun akan mempersiapkan dengan matang sebelum membuka sekolah, sementara TK dan Paud perlu ditinjau kembali mengingat resikonya lebih besar."Sebelum tatap muka, kami akan minta persetujuan orang tua melalui polling, apakah orang tua setuju sekolah dibuka atau tidak," imbuhnya.
"Kalau dari pusat menjadwalkan pelaksanaan tatap muka Juli mendatang," ungkap Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi, sebagaimana dilansir laman resmi Pemkot Bogor yang dikutip, Senin (12/4/2021). Hanafi mengatakan, secara umum semua daerah mempersiapkan pelaksanaan tatap muka.
Nantinya pembelajaran tatap muka ini hanya kegiatan belajar mengajar saja alias kantin dan ekstrakurikuler belum diperbolehkan beroperasi, sehingga anak-anak harus membawa bekal dari rumah. "Disdik mengambil langkah teknis dengan membentuk Satgas Covid-19 pelajar, beberapa sekolah sudah mempersiapkan sarana prasarananya. Mulai dari tempat mencuci tangan, desinfektan, cek suhu dan nanti dilakukan uji coba terlebih dahulu," tutur Hanafi.
Khusus Sekolah Dasar (SD), kata dia, situasinya lebih pelik mengingat jumlah SD di Kota Bogor cukup banyak, siswanya pun banyak dan yang paling dikhawatirkan penerapan 3M, terutama jaga jarak sesama siswa. Baca: Sosialisasikan Larangan Mudik, Polda Metro Gelar Operasi Keselamatan Jaya
Pihaknya pun akan mempersiapkan dengan matang sebelum membuka sekolah, sementara TK dan Paud perlu ditinjau kembali mengingat resikonya lebih besar."Sebelum tatap muka, kami akan minta persetujuan orang tua melalui polling, apakah orang tua setuju sekolah dibuka atau tidak," imbuhnya.
Lihat Juga :