Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang

Minggu, 11 April 2021 - 19:18 WIB
loading...
Semangat Itu Masih Menyala...
Bangunan di Dusun Iburaja, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, luluhlantak akibat gempa bumi yang terjadi Sabtu (10/4/2021), dan gempa susulan Minggu (11/4/2021). Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
LUMAJANG - Gempa besar yang berpusat di selatan Kabupaten Malang, pada Sabtu (10/4/2021) siang pukul 14.00 WIB, bermagnituo 6,1 menyisakan duka mendalam bagi warga di pesisir selatan Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Minggu Pagi Gempa Bermagnitudo 5,5 Kembali Mengguncang Malang, Warga Berhamburan

Wilayah Dusun Iburaja, Desa Laiuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, menjadi wilayah yang paling parah diterpa gempa bumi tersebut. Ratusan rumah hancur, dan tiga orang meninggal dunia akibat reruntuhan bangunan.

Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang


Warga desa tersebut masih trauma dengan gempa yang terjadi. Apalagi, pada Minggu (11/4/2021) pagi pukul 06.54 WIB kembali terjadi gempa, meskipun kekuatannya sudah tidak sebanding gempa hari pertama.

Baca juga: Hanya Menyisakan Kubah, Masjid Ini Pun Tak Luput dari Amukan Gempa Malang

Liana (42) warga RT 2 RW 10 Desa Kaliuling, mengaku masih belum berani masuk ke dalam rumahnya sendiri. Kini rumahnya hancur berantakan. Hampir seluruh dindingnya retak , bahkan banyak yang roboh.

Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang


"Saat kejadian, saya sedang berada di dalam rumah menyaksikan televisi. Tiba-tiba tanah bergetar . Saya lari keluar rumah bersama. Saat di luar rumah saya melihat tanah bergelombang bergerak baik turun," ungkapnya.

Tatapan penuh kepanikan, masih terlihat dari sorot mata ibu rumah tangga ini. Dia mengaku masih bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat, meskipun seluruh harta bendanya hancur tak bersisa.

Baca juga: Gempa Besar Guncang Malang, Pengunjung Mall dan Hotel Berhamburan

Hal yang sama juga dirasakan Jumiko (54). Pada Minggu (11/4/2021) pagi, kandang kambingnya ikut roboh akibat gempa susulan. "Kandang kambing sama talud depan rumah hancur, setelah ada gempa susulan," ungkapnya.

Sementara, rumah tinggalnya sudah rata dengan tanah. Hingga kini puing-puingnya belum dibersihkan karena tenaganya belum mampu menangani sendirian. Hanya sebagian perabot dan pakaian yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan, untuk digunakan keluarganya.

Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang


Sepanjang jalan di Dusun Iburaja, hanya nampak pemandangan bangunan yang rusak berat akibat guncangan gempa. Warga yang rumahnya hancur, masih ada yang berusaha membersihkan puing-puing bangunan rumahnya.

Untuk tinggal sementara, warga lebih banyak memasang tenda seadanya di depan rumahnya yang hancur. Sementara, untuk kebutuhan makanan ada bantuan dari dapur umum yang setiap saat mengirimkan makanan siap santap.

Baca juga: Diguncang Gempa Besar, Ini Penampakan Bangunan yang Ambruk di Malang

Berbeda lagi warga di wilayah RW 4 Dusun Iburaja. Para ibu-ibu di RW 4 memilih untuk membuka dua dapur umum . Mereka memasak makanan siap santap yang dibagikan ke warga di empat RT yang ada di RW 4.

Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang


Bandi (41) koordinator relawan di RW 4 mengaku, sengaja membangun dapur umum sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan warga di empat RT. "Kami gotong royong untuk memenuhi kebutuhan makanan. Namanya juga masih saudara semuanya, kondisinya juga susah semua," ungkapnya.

Ibu-ibu di RW 4 begitu semangat menyiapkan menu makan sore yang mereka bungkus dalam kertas bungkus warna cokelat. Di tengah trauma akibat bencana, mereka masih memiliki semangat untuk berbagi dan bergotongroyong bangkit dari segala kesulitan.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M 6.7 Guncang...
Gempa M 6.7 Guncang Palu: Update Kondisi Terkini & Peringatan BMKG
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rekomendasi
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved