Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang
Minggu, 11 April 2021 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang jalan di Dusun Iburaja, hanya nampak pemandangan bangunan yang rusak berat akibat guncangan gempa. Warga yang rumahnya hancur, masih ada yang berusaha membersihkan puing-puing bangunan rumahnya.
Untuk tinggal sementara, warga lebih banyak memasang tenda seadanya di depan rumahnya yang hancur. Sementara, untuk kebutuhan makanan ada bantuan dari dapur umum yang setiap saat mengirimkan makanan siap santap.
Baca juga: Diguncang Gempa Besar, Ini Penampakan Bangunan yang Ambruk di Malang
Berbeda lagi warga di wilayah RW 4 Dusun Iburaja. Para ibu-ibu di RW 4 memilih untuk membuka dua dapur umum . Mereka memasak makanan siap santap yang dibagikan ke warga di empat RT yang ada di RW 4.
![Semangat Itu Masih Menyala di Antara Puing Berserakan Sisa Guncangan Gempa Malang]()
Bandi (41) koordinator relawan di RW 4 mengaku, sengaja membangun dapur umum sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan warga di empat RT. "Kami gotong royong untuk memenuhi kebutuhan makanan. Namanya juga masih saudara semuanya, kondisinya juga susah semua," ungkapnya.
Ibu-ibu di RW 4 begitu semangat menyiapkan menu makan sore yang mereka bungkus dalam kertas bungkus warna cokelat. Di tengah trauma akibat bencana, mereka masih memiliki semangat untuk berbagi dan bergotongroyong bangkit dari segala kesulitan.
Untuk tinggal sementara, warga lebih banyak memasang tenda seadanya di depan rumahnya yang hancur. Sementara, untuk kebutuhan makanan ada bantuan dari dapur umum yang setiap saat mengirimkan makanan siap santap.
Baca juga: Diguncang Gempa Besar, Ini Penampakan Bangunan yang Ambruk di Malang
Berbeda lagi warga di wilayah RW 4 Dusun Iburaja. Para ibu-ibu di RW 4 memilih untuk membuka dua dapur umum . Mereka memasak makanan siap santap yang dibagikan ke warga di empat RT yang ada di RW 4.
.jpg)
Bandi (41) koordinator relawan di RW 4 mengaku, sengaja membangun dapur umum sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan warga di empat RT. "Kami gotong royong untuk memenuhi kebutuhan makanan. Namanya juga masih saudara semuanya, kondisinya juga susah semua," ungkapnya.
Ibu-ibu di RW 4 begitu semangat menyiapkan menu makan sore yang mereka bungkus dalam kertas bungkus warna cokelat. Di tengah trauma akibat bencana, mereka masih memiliki semangat untuk berbagi dan bergotongroyong bangkit dari segala kesulitan.
(eyt)
Lihat Juga :