3 SMA di Kota Makassar Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 10 April 2021 - 06:31 WIB
loading...
3 SMA di Kota Makassar...
Simulasi sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 di salah satu sekolah di Kota Makassar. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Sekolah tatap muka mulai digelar secara bertahap dan terbatas yang dimulai untuk tiga sekolah jenjang SMA di Kota Makassar.

Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman resmi me-launching uji coba sekolah tatap muka tersebut di SMA Negeri 21 Makassar, Jumat (9/4/2021). Selain itu, penerapannya juga dimulai di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 4 Makassar.

Baca juga: PTM Terbatas, Guru Harus Disiapkan untuk Pembelajaran dengan Paradigma Baru

Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, sekolah tatap muka berjalan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Sebagai awal, sekolah hanya dibuka dua kali sepekan pada hari Senin dan Kamis.

Jumlah siswa dibatasi, hanya 50% dari daya tampung kelas. Jam belajar pun demikian. Kelas dibuka dibagi dalam dua sesi. Tiap sesi, pelajaran hanya berlangsung selama tiga jam.

"Kita juga akan menggilir dari yang sekarang masuk, pekan depannya tidak lagi. Kemudian kita masih terbatas. Dan tiga jam itu saya rasa cukup untuk tahap pertama dalam dua kali dalam sepekan," ungkap Andi Sudirman.

Uji coba sekolah tatap muka ini bakal berlangsung selama sebulan. Selama berjalan, pelaksanaannya bakal dievaluasi. Jika berjalan lancar, jadwal sekolah tatap muka berpotensi ditambah, begitu pula durasi belajar mengajar di kelas.

"Jadi ini tiga (SMA) di Kota Makassar dulu kita trial (uji coba). Untuk memudahkan kita untuk menganalisis, dan (SMA) ini sudah mewakili beberapa wilayah, ada wilayah sini, wilayah Selatan, dan Utara," papar dia.

Baca juga: Ini Kewajiban Siswa Sebelum Ikut Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Dikatakan, tiga SMA tersebut yang dianggap sudah siap melaksanakan sekolah tatap muka. Kendati begitu, selama evaluasi berjalan, sekolah jenjang SMA/SMK/SLB lainnya diminta bersiap untuk mengajukan diri melaksanakan kebijakan serupa.

"Kita fokusnya SMA dulu karena kewenangan di bawah provinsi. Kemudian kita lihat, dari hasil evaluasi tiga SMA itu yang siap harus maju duluan," tegas Andi Sudirman.

Menurut dia, pembukaan sekolah tatap muka harus tetap mempertimbangkan ada tidaknya kejadian atau laporan kasus positif Covid-19 di suatu wilayah. Apalagi saat ini sudah ada kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro untuk mencegah penyebaran penularan virus korona.

"Sekarang sudah berlaku di seluruh wilayah sulsel. Sudah ada edaran saya. Ketika nanti ada kejadian (kasus positif Covid-19) suatu wilayah, cuma tingkat RT atau dusun yang bisa kemudian kita isolasi untuk mengurangi tingkat kegiatan masyarakat," urainya.

Jika di suatu wilayah skala mikro tersebut yang dilaporkan ada kejadian positif, tidak menutup kemungkinan sekolah bisa diliburkan. "Iya termasuk (sekolah akan diliburkan/ditutup). PPKM mikro kan pengurangan kegiatan, berarti pembatasan kegiatan. Tapi itu akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat," sambung dia.

Baca juga: Pertama Masuk Sekolah Tatap Muka, Medina: Saya Senang Meski Canggung di Kelas

Diharapkan, prokes secara ketat harus dipastikan berjalan di sekolah. Di luar jam pembelajaran pun demikian. Kesuksesan uji coba sekolah tatap muka ini bakal menjadi evaluasi untuk bisa dilakukan secara efektif bagi keseluruhan sekolah di bulan Juli mendatang.

"Uji coba ini akan menjadi uji starting point untuk kemudian memulai tatap muka. Dan bertahap sampai bulan Juli," tegas Andi Sudirman Sulaiman.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Ratusan Pelajar SMAN...
Ratusan Pelajar SMAN 41 Jakarta Ikuti Pelatihan AI Ready ASEAN
Dukung Pembangunan SMA...
Dukung Pembangunan SMA di Pulau Gebe, Wagub-Ketua DPRD Malut: Perluas Akses Pendidikan
Tokoh Muda NTT Angkat...
Tokoh Muda NTT Angkat Bicara Terkait Usulan Gubernur Victor Laiskodat Tentang Jam Masuk Sekolah
Sekolah Jam 5 Pagi,...
Sekolah Jam 5 Pagi, Banyak Siswa di Kupang Datang Terlambat
Jelang Pendaftaran TKA...
Jelang Pendaftaran TKA 2026, Ini Hak dan Kewajiban Peserta SMA Sederajat
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Terbaru, Pendaftaran Dimulai 27 Juli dan Simak Caranya
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah SD, SMP, SMA 2026, Orang Tua Wajib Tahu Sebelum Membeli
Rekomendasi
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Mayoritas Motor Listrik...
Mayoritas Motor Listrik Honda Akan Segera Diproduksi di Vietnam
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Berita Terkini
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved