Sudah Tiga Hari Puluhan Driver Ojek Online Duduki Kantor Grab Surabaya
Jum'at, 09 April 2021 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
David memaparkan tuntutan Frontal kepada aplikator adalah mengenai harga netto yang jelas, potongan 20% yang memberatkan, serta CSR dari manajemen untuk para mitra khususnya CSR selama pandemi COVID-19 berlangsung.
Baca juga: Terlilit Utang, Suami Tega Jual Istri untuk Layanan Threesome
"Pada mediasi pertama di kantor Pemprov Jawa timur, utusan manajemen Grab Surabaya menyatakan telah mengeluarkan CSR senilai Rp110 miliar untuk se-Indonesia. Tapi CSR tersebut dirasakan tidak mengena ke driver yang ada di Jawa Timur," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Grab terkait aksi penyegelan kantor tersebut. Saat dihubungi, Manajer Public Relation Grab Indonesia Dewi Nurainibelum memberikan responnya.
Diketahui, Frontal merupakan gabungan dari beberapa komunitas pengemudi ojol se-Jawa Timur, yaitu Hipda Himpunan Pengusaha Daring) Indonesia, PDOI (Perhimpunan Driver Online Indonesia) Jawa Timur, ADO (Asosiasi Driver Online) Jawa Timur, PAS (Perkumpulan Armada Sewa) Indonesia dan Bamboe Runcing.
Baca juga: Terlilit Utang, Suami Tega Jual Istri untuk Layanan Threesome
"Pada mediasi pertama di kantor Pemprov Jawa timur, utusan manajemen Grab Surabaya menyatakan telah mengeluarkan CSR senilai Rp110 miliar untuk se-Indonesia. Tapi CSR tersebut dirasakan tidak mengena ke driver yang ada di Jawa Timur," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Grab terkait aksi penyegelan kantor tersebut. Saat dihubungi, Manajer Public Relation Grab Indonesia Dewi Nurainibelum memberikan responnya.
Diketahui, Frontal merupakan gabungan dari beberapa komunitas pengemudi ojol se-Jawa Timur, yaitu Hipda Himpunan Pengusaha Daring) Indonesia, PDOI (Perhimpunan Driver Online Indonesia) Jawa Timur, ADO (Asosiasi Driver Online) Jawa Timur, PAS (Perkumpulan Armada Sewa) Indonesia dan Bamboe Runcing.
(msd)
Lihat Juga :