4 Pilar Kebangsaan, Semangat untuk Indonesia Emas 2045
Jum'at, 09 April 2021 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
"Kita semua sedang memasuki era shifting menuju era teknologi. Era di mana terjadi perubahan dalam proses kehidupan manusia. Maka kita semua harus bersiap, bangsa Indonesia harus siap," kata Gus Nabil yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.
Cara yang harus dilakukan, lanjut dia, yakni terus berusaha menjadi orang yang produktif, masyarakat yang efektif, dan bangsa yang terus berkarya. "Kita gunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif, peningkatan kualitas produk pertanian, pemasaran secara global dan berdaya saing dengan negara-negara lain," ujarnya.
Gus Nabil menambahkan, Indonesia Emas 2045 merupakan momentum penting yang harus dijemput bersama. Saat itu, diprediksi ada momentum bonus demografi, di mana Indonesia memiliki usia produktif yang besar jumlahnya dan harus dioptimalkan fungsinya.
"Jangan sampai bonus demografi menjadi bencana, karena kita salah mengurus itu. Generasi muda kita harus diajak untuk terus belajar, mengelola seluruh potensi yang ada di masyarakat kita. Potensi ekonomi pertanian yang besar, harus menjadi fokus bersama," tegasnya.
"Bagaimana generasi muda bangga kembali menjadi petani, yang unggul dan berdaya saing internasional. Ekonomi desa saat ini menjadi tulang punggung, dan ke depan, ekonomi pertanian merupakan sektor penting bagi kemajuan Indonesia," lanjutnya.
Cara yang harus dilakukan, lanjut dia, yakni terus berusaha menjadi orang yang produktif, masyarakat yang efektif, dan bangsa yang terus berkarya. "Kita gunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif, peningkatan kualitas produk pertanian, pemasaran secara global dan berdaya saing dengan negara-negara lain," ujarnya.
Gus Nabil menambahkan, Indonesia Emas 2045 merupakan momentum penting yang harus dijemput bersama. Saat itu, diprediksi ada momentum bonus demografi, di mana Indonesia memiliki usia produktif yang besar jumlahnya dan harus dioptimalkan fungsinya.
"Jangan sampai bonus demografi menjadi bencana, karena kita salah mengurus itu. Generasi muda kita harus diajak untuk terus belajar, mengelola seluruh potensi yang ada di masyarakat kita. Potensi ekonomi pertanian yang besar, harus menjadi fokus bersama," tegasnya.
"Bagaimana generasi muda bangga kembali menjadi petani, yang unggul dan berdaya saing internasional. Ekonomi desa saat ini menjadi tulang punggung, dan ke depan, ekonomi pertanian merupakan sektor penting bagi kemajuan Indonesia," lanjutnya.
Lihat Juga :