Memilukan, Gadis Belia di Pandeglang Hidup di Gubug Reot Sambil Urus Keponakan

loading...
Memilukan, Gadis Belia di Pandeglang Hidup di Gubug Reot Sambil Urus Keponakan
Warga bergotong royong membangunkan tempat tinggal yang layak untuk Siti Nuraida (16) bersama keponakannya Afiansa Putri Aulia (8). Foto/SINDOnews/Teguh Mahardika
PANDEGLANG - Seorang gadis belia bernama Siti Nuraida (16) tahun warga Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, Banten, hidup di gubug yang kondisinya sudah reot. Siswi kelas 10 SMK swasta ini, hidup berdua dengan keponakanya Afianza Putri Aulia (8).

Baca juga: Belajar dari Putra Abu Bakar Shiddiq, Solusi dari Kemiskinan

Peristiwa ini bermula saat Siti masih berusia dua tahun. Saat itu, ibunya meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Tak lama setelah kepergian sang ibu, ayah Siti memilih untuk menikah lagi dengan perempuan lain dan meninggalkan Siti beserta kakak perempuannya di rumah tersebut.





Siti pun melewati masa kecilnya hanya berbekal pengawasan dan pemberian kasih sayang dari kakak perempuannya. Sesekali, sanak keluarga yang bertetanggaan dengan rumah Siti juga ikut memantau tumbuh kembang gadis tersebut.

Baca juga: Lagi Asyik Berhubungan Seks, Puluhan Pasangan di Tasikmlaya Ini Kaget Digerebek Petugas

Beranjak remaja, tepatnya saat Siti sudah masuk SMP, kakaknya memutuskan menikah dan ikut tinggal di rumah suaminya. Sejak itulah, Siti harus berjuang hidup sendirian di rumah reot tersebut sambil menimba ilmu di sekolah.



Rumah Siti yang sudah reot pun hanya berukuran 6x8 meter. Bangunan berbahan kayu dan bambu itu memiliki lima ruangan yang terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, ruang keluarga dan dapur.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top