Bea Cukai Bersinergi Asistensi Ekspor Jagung ke Filipina
Rabu, 20 Mei 2020 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Besar, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Bupati, Mahmud Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, atas keberhasilan ekspor jagung asli Sumbawa oleh PT Seger Agro Nusantara.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang luar biasa dari berbagai pihak, untuk terus mengembangkan potensi ekonomi daerah Sumbawa, terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti ini. Pemda Sumbawa terus berusaha meningkatkan produksi jagung melalui penetapan Harga Pokok Pembelian Pemerintah, agar harga jagung stabil. Proses karantina pertanian dan pemetaan komoditas ekspor selalu dikawal oleh Karantina Pertanian. Begitu pula dengan clearance kepabeanan, sehingga komoditas jagung ini bisa diekspor langsung dari Sumbawa, terus diasistensi dalam program KLINIK EKSPOR oleh Bea Cukai Sumbawa,” ujar Mahmud.
Di kesempatan yang sama, Kepala Barantan yang dalam kesempatan ini diwakili oleh A.M. Adnan, Plt. Sekretaris Barantan menjelaskan bahwa selain terkenal sebagai lumbung jagung, Kabupaten Sumbawa sebenarnya juga memiliki empat komoditas ekspor pertanian unggulan lain, yaitu sarang burung walet, akar jarak merah, daun sisal, dan daun bungkus yang bernilai ekonomis cukup tinggi di pasaran internasional.
“Meskipun demikian, masih banyak di antara komoditas unggulan ini, belum bisa dikirim langsung dari Sumbawa ke luar negeri karena berbagai sebab. Untuk terus mendorong ekspor dan menggerakkan perekonomian, sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian, Badan Karantina Pertanian (Barantan) akan terus berupaya untuk membuka akses pasar, dengan melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru,” ungkapnya.
Sementara dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, Hendra Prasmono menyatakan bahwa dengan terealisasinya ekspor jagung ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani jagung di Sumbawa, karena mereka dapat menikmati harga yang lebih tinggi dibanding penjualan lokal.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang luar biasa dari berbagai pihak, untuk terus mengembangkan potensi ekonomi daerah Sumbawa, terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti ini. Pemda Sumbawa terus berusaha meningkatkan produksi jagung melalui penetapan Harga Pokok Pembelian Pemerintah, agar harga jagung stabil. Proses karantina pertanian dan pemetaan komoditas ekspor selalu dikawal oleh Karantina Pertanian. Begitu pula dengan clearance kepabeanan, sehingga komoditas jagung ini bisa diekspor langsung dari Sumbawa, terus diasistensi dalam program KLINIK EKSPOR oleh Bea Cukai Sumbawa,” ujar Mahmud.
Di kesempatan yang sama, Kepala Barantan yang dalam kesempatan ini diwakili oleh A.M. Adnan, Plt. Sekretaris Barantan menjelaskan bahwa selain terkenal sebagai lumbung jagung, Kabupaten Sumbawa sebenarnya juga memiliki empat komoditas ekspor pertanian unggulan lain, yaitu sarang burung walet, akar jarak merah, daun sisal, dan daun bungkus yang bernilai ekonomis cukup tinggi di pasaran internasional.
“Meskipun demikian, masih banyak di antara komoditas unggulan ini, belum bisa dikirim langsung dari Sumbawa ke luar negeri karena berbagai sebab. Untuk terus mendorong ekspor dan menggerakkan perekonomian, sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian, Badan Karantina Pertanian (Barantan) akan terus berupaya untuk membuka akses pasar, dengan melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru,” ungkapnya.
Sementara dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, Hendra Prasmono menyatakan bahwa dengan terealisasinya ekspor jagung ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani jagung di Sumbawa, karena mereka dapat menikmati harga yang lebih tinggi dibanding penjualan lokal.
Lihat Juga :