Sungai Marmoyo Erosi, Jalan Antarkecamatan di Mojokerto Ambles
Rabu, 07 April 2021 - 19:07 WIB
loading...
Jalan Raya di Dusun Bolorejo, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto amblas sepanjang 20 meter. SINDOnews/Tritus
A
A
A
SURABAYA - Jalan Raya di Dusun Bolorejo, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ambles sepanjang 20 meter. Amblesnya jalan ini disebabkan karena erosi aliran sungai Marmoyo.
Tak hanya itu, erosi sungai Marmoyo juga mengancam sejumlah rumah warga di dusun tersebut. Salah satunya milik Murni. Pondasi rumah wanita berusia 57 tahun itu rusak parah akibat tergerus aliran Sungai Marmoyo.
Warga sekitar Johan (35) mengatakan, amblas jalan itu terjadi sekitar satu bulan lalu. Kondisi ini kian bertambah parah setelah dua hari lalu debit air sungai Marmoyo meningkat drastis akibat curah hujan yang tinggi.
"Saparuh jalan ambles terkena air hujan dan tergerus sungai Marmoyo tidak bisa dilewati kendaraan. Panjangnya kurang lebih 20 meter dan sudah memakan badan jalan selebar 2,5 meter," kata Johan, Rabu (7/4/2021).
Amblasnya jalan ini lantaran aliran sungai langsung menggerus sebagian bahu jalan. Sebab, disepanjang aliran sungai di dusun tersebut, tidak ada tembok penahan tanah. Sehingga saat debit air tinggi aliran sungai menggerus bahu jalan.
Tak hanya itu, erosi sungai Marmoyo juga mengancam sejumlah rumah warga di dusun tersebut. Salah satunya milik Murni. Pondasi rumah wanita berusia 57 tahun itu rusak parah akibat tergerus aliran Sungai Marmoyo.
Warga sekitar Johan (35) mengatakan, amblas jalan itu terjadi sekitar satu bulan lalu. Kondisi ini kian bertambah parah setelah dua hari lalu debit air sungai Marmoyo meningkat drastis akibat curah hujan yang tinggi.
"Saparuh jalan ambles terkena air hujan dan tergerus sungai Marmoyo tidak bisa dilewati kendaraan. Panjangnya kurang lebih 20 meter dan sudah memakan badan jalan selebar 2,5 meter," kata Johan, Rabu (7/4/2021).
Amblasnya jalan ini lantaran aliran sungai langsung menggerus sebagian bahu jalan. Sebab, disepanjang aliran sungai di dusun tersebut, tidak ada tembok penahan tanah. Sehingga saat debit air tinggi aliran sungai menggerus bahu jalan.
Lihat Juga :